RL Masuk Zona Merah Narkoba

ARY/BE
Kepala BNNP Provinsi Bengkulu saat menyampaikan materi Narkoba dalam kegiatan sosialisasi dalam rangka aksi nasional P4GN di ruang Pola Pemkab Rejang Lebong Kamis (28/11) kemarin.

CURUP, bengkuluekspress.com – Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol Agus Riansyah mengungkapkan Kabupaten Rejang Lebong selama ini masuk dalam zona merah peredaran Narkoba di Provinsi Bengkulu. Hal tersebut disampaikannya usai mengisi materi pada kegiatan sosialisasi dalam rangka aksi nasional P4GN di ruang Pola Pemkab Rejang Lebong Kamis (28/11) kemarin.

“Terkait dengan peredaran Narkoba di Rejang Lebong sendiri, sebetulnya Rejang Lebong berada di zona merah Narkoba di Provinsi Bengkulu,” sampai Brigjen Pol Agus Riansyah.

Karena Rejang Lebong selama ini masuk dalam zona merah peredaran Narkoba, maka menurutnya selama ini Rejang Lebong menjadi target dari BNNP untuk mereka pantaua atau selama ini Rejang Lebong mendapat perhatian khusus dari BNNP Bengkulu. “Baru-baru ini ada badar Narkoba yang berhasil kita amankan dari Rejang Lebong ini,” paparnya.

Kemudian untuk menanggulangi masalah Narkoba di Provinsi Bengkulu terutama di Kabupaten Rejang Lebong yang masuk zona merah, ia meminta peran serta semua pihak terutama unsur FKPD yang ada di Rejang Lebong untuk membuat regulasi dalam membantu Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam memberantas Narkoba di Kabupaten Rejang Lebong. “Pemberantasan Narkoba ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Brigjen Pol Agus mengumpamakan penanganan kasus Narkoba ini ibarat menangkap tikus diruangan yang besar, dimana menurutnya akan sangat mustahil bila dilakukan sendiri-sendiri, namun akan mudah ditangkap bila dilakukan bersama-sama, salah satunya dengan membuat sekat-sekat terlebih dahulu untuk mempersempit ruang geraknya. “Begitu juga dengan Narkoba, dengan kita sama-sama memberantasnya maka akan lebih mudah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan asal Narkoba terutama sabu-sabu yang beredar di Provinsi Bengkulu, menurutnya berasal dari luar Bengkulu bahkan luar negeri dengan jalur masuknya melalui Selat Malaka dan kemudian masuk melalui pantai-pantai yang ada di Pulau Sumatera termasuk di Bengkulu. (251)