Ritual Sembelih Ayam di Atap Rumah

CURUP, BE – Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong (RL) sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (3/12), menggelar tradisi tegak bubung ditengah pembanggunan rumah adat Rejang yang berlansung di halaman rumah Dinas Bupati RL.

Kegiatan itu diikuti oleh para sesepuh adat BMA. Ketua BMA Kabupaten RL M Rauf kepada wartawan menerangkan, tradisi tegak bubung yang biasa dilakukan masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumah diakuinya sudah mulai ditinggalkan.

Tegak bubung atau tegak kerangka atap rumah merupakan tradisi yang dipercaya bisa membuat penghuni sebuah rumah jika selesai dibangun nantinya tinggal dengan damai, terhindar dari kejahatan jin dan manusia yang ingin berbuat jahat kepada pemilik rumah, serta sebagai permohonan keselamatan kepada Tuhan agar penghuni rumah, masyarakat hidup damai dan sejahtera.
Dijelaskan Rauf, beberapa perlengkapan yang diperlukan dalam tradisi tegak bubung, seperti batang tebu, pisang mas, buah kundur, buah pinang, kelapa, setawar sedingin, beras, kalimah Allah yang di ikatkan pada empat penjuru atap rumah dan bendera merah putih. Semua perlengkapan itu dibawa ke atas atap untuk diikatkan diatas tiang bubung (tiang atap rumah).

Setelah semua perlengkapan selesai, salah satu tokoh adat melakukan pemotongan ayam kumbang di atas atap rumah, dimana darah ayam ditampung pada wadah, untuk selanjutnya darah tersebut dipercikkan di empat penjuru atap rumah dengan daun sedingin. “Semua ritual yang kami lakukan merupakan tradisi, yang harus tetap dilestarikan hingga akhir hayat,” tutur Rauf.

Usai semua ritual tegak bubung selesai, warga diajak untuk melakukan pembacaan do’a bersama yang dipimpin tokoh agama, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di rumah adat, sebagai wujud kebersamaan, gotong royong masyarakat meski masih beralaskan tikar, ritual itu diikuti penuh khidmat. (999)