Rio dan Rofiq Bakal Dicopot?

Kongres Cari Titik Temu
JAKARTA, BE – Kabar tidak sedap kembali menerpa Partai Nasdem. Patrice Rio Capella dan Ahmad Rofiq akan dipecat sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Nasdem. Kabar pemecatan terhadap Rio dan Rofiq tampaknya sudah tersiar dan sampai ke telinga pengamat.

“Saya sudah mendengar kabar pemecatan ini. Ini merupakan buntut pertarungan antara kelompok orang tua dan kelompok anak muda di partai Nasdem,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Bonie Hargens kemarin.

Bagi Bonie kabar pemecatan Rio dan Rofiq tidak mengagetkan. Karena kelompok orang tua yang sebelumnya tidak mau Nasdem berubah dari ormas menjadi partai, sudah sejak lama mendorong agar Surya Paloh selaku Ketua Majelis Nasinal Partai mengambilalih kepengurusan partai. Mereka sadar masa depan partai sangat moncreng seiring grafik popularitas yang terus mengalami peningkatan.

Kalau jadi dipecat, Rio dan Rofiq bukanlah korban baru dari cara-cara kasar yang dilakukan kelompok tua dalam upaya mengambil alih kendali partai. Sebelumnya, Saiful Haq dipecat sebagai Sekjen DPP Garda Pemuda Nasional Demokrat karena lebih memilih mendorong pencalonan Hary Tanoesoedibjo sebagai ketua umum partai. Kelompok orang tua juga sukses mendepak Jeffry Geovani yang biarpun tidak hengkang dari Nasdem tapi secara politis perannya sudah dikucilkan.

“Protes Rofiq dan kalangan anak muda lainnya yang dilabeli dengan kelompok Hary Tanoe sangat logis. Mereka merasa dicampakkan padahal mereka lah yang bersusah payah mengurus dan membesarkan partai sampai lolos verifikasi faktual dan dinyatakan KPU jadi peserta pemilu,” ungkap Bonie.

Menurut Bonie konflik yang terjadi antara kelompok orang tua dan muda tidak bisa terus dibiarkan. Konflik bisa semakin meluas yang pada akhirnya membuat soliditas partai hancur dan mesin partai mogok.

“Upaya Surya Paloh mendongkel kepengurusan partai akan berakibat fatal. Perlu segera dilakukan upaya rekonsiliasi untuk mendamaikan situasi. Kalau tidak akan percuma saja. Nanti Surya Paloh maju (nyapres) dengan kereta kosong,” ungkap dosen UI ini.
Selain itu, lanjutnya, Surya Paloh juga perlu mengajak kelompok lain untuk duduk bersama membicarakan kelanjutan NasDem.

Misalnya Jeffry Geovani yang saat ini sudah tersingkir, diajak bicara lagi. “Kembalikan Jefry, ajak bicara Hary Tanoe dan selesaikan masalah secara baik. Surya Paloh harus sadar bahwa selalu ada kelompok penjilat yang tak berpikir demi partai,” tegasnya.

Dinamika Politik
Di bagian lain internal Partai Nasional Demokrat (NasDem) bergejolak seiring rencana Surya Paloh mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. Petinggi Partai NasDem tak membantah adanya gejolak internal, pertemuan di akhir Januari ini adalah sarana mencari solusi.

“Itu dinamika parpol pasti ada, ini adalah fakta yang tidak bisa kita sembunyikan, yakin akan ada penyelesaian yang bijak. Pastinya akan ada imbas partai, ada perpecahan itu pasti,” kata Sekjen Partai NasDem, Ahmad Rofiq, kepada wartawan di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Senin (14/1).

Rofiq menuturkan dalam silaturahim yang ditegaskan Surya Paloh sebagai Kongres Partai NasDem akhir bulan ini akan dicari jalan penyelesaiannya. Terutama menyangkut adanya beda pandangan antara dua petinggi NasDem, Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo.
“Kita akan mencari titik temu antara Pak Surya Paloh dan Pak Hary Tanoe,” kata Rofiq.

Namun Rofiq menjelaskan tak ada kaitannya konflik internal Partai NasDem dengan pemecatan sejumlah pengurus Garda Pemuda NasDem. Dia menegaskan Garda Pemuda NasDem adalah anak organisasi ormas NasDem bukan Partai NasDem.
“Pemecatan dari NasDem itu tidak ada itu kan dari ormas NasDem, tidak ada hubungannya dengan partai,” tegasnya.

Sebelumnya Surya Paloh yang merasa ikut membesarkan Partai NasDem telah menyatakan kesiapannya menjadi Ketum Partai NasDem jika memang diminta oleh mayoritas pengurus Partai NasDem. Lalu apakah konflik internal NasDem karena Hary Tanoe kurang sepakat dengan rencana Surya Paloh menjadi Ketum Partai NasDem? (**)