Incar Sekjen Nasdem, Rio Bersaing dengan Ferry dan Siti

Duduki Kursi Sekjen Partai Nasdem

609_1370JAKARTA, BE – Kongres I Partai Nasdem telah meresmikan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem setelah semua DPW, DPD dan sayap Partai Nasdem meminta secara aklamasi meminta Surya Paloh untuk memimpin langsung partai.  Hal ini ditegaskan oleh anggota Majelis Tertinggi Partai Nasdem Sugeng Suparwoto dalam konferensi persnya, Sabtu (26/1).

Dikatakan Sugeng, mekanisme pemilihan itu adalah peserta mengusulkan nama melalui pimpinan sidang sebagai usulan kongres, yang kemudian diserahkan ke Majelis Tinggi Partai. Adapun Majelis Tertinggi Partai Nasdem tersebut adalah Rio Capela dan Sugeng Suparwoto.

“Dalam usulan tersebut ditetapkanlah Surya Paloh untuk memimpin partai,” ucap Sugeng.
Selain itu, Sugeng juga menyampaikan bahwa Kongres I tersebut bertujuan untuk penyempurnaan AD/ART partai serta penyusunan program partai untuk Pemilu 2014.

Menanggapi isu yang beredar mengenai sekjen partai nasdem, dan kepengurusan lainnya, Sugeng menegaskan bahwa itu urusan Surya Paloh yang menentukan. Sementara untuk penentuan capres dan cawapres dalam Pemilu 2004 baru akan dibicarakan jika Partai Nasdem masuk tiga besar. “Pembicaraan capres dan cawapres akan dibicarakan ketika Partai Nasdem masuk ke dalam 3 besar di Pemilu 2014,” demikian Sugeng.

Formatur Tunggal

Selain itu Partai Nasdem memberikan mandat penuh kepada ketua umum terpilih Surya Paloh untuk menyusun kepengurusan dan perangkat partai selambat-lambatnya 14 hari pasca-Kongres I digelar. Artinya, Surya Paloh menjadi formatur tunggal bagi partai ini sehingga berhak mengangkat seluruh pengurus mulai dari Sekretaris Jenderal hingga divisi.  “Nanti akan ada 16 Ketua, satu Sekjen, dua Wasekjen, satu Bendum (bendahara umum), dua wabendum (wakil bendahara umum), 45 departemen dan divisi,” kata Ketua Umum demisioner Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Rio Capella sempat disebut-sebut akan menjadi Sekretaris Jenderal Partai Nasdem setelah Surya Paloh dikukuhkan menjadi Ketua Umum. Namun, Patrice membantahnya.

“Kalau Pak Surya Paloh yang menjadi ketua umum semua sudah tahu. Kalau jadi Sekjen, hanya Pak Surya dan Tuhan yang tahu. Itu kewenangan Pak Surya Paloh. Kami tidak mau kawin dulu baru berebut anak,” imbuh Rio.

Rio menjadi calon kuat setelah lengser dari posisinya sebagai ketum. Namun ada nama lain yang berpeluang seperti Ketua Bappilu Ferry Mursyidan Baldan dan Sekjen DPD yang baru saja bergabung ke NasDem Siti Nurbaya Bakar.

Dengan posisinya saat ini sebagai Ketua Bappilu, Ferry memiliki pengetahuan mumpuni untuk mengatur strategi pemenangan pemilu. Apalagi Ferry memiliki pengalaman panjang di Golkar dan Komisi II DPR.

Siti Nurbaya, meskipun baru bergabung, juga tak kalah dengan dua nama lain. Dia adalah mantan Sekjen Depdagri dan baru saja mengundurkan diri dari posisinya sebagai Sekjen DPD. Siti memiliki pengalaman panjang di birokrat. Tentunya Siti berpengalaman mengurus internal suatu organisasi.(**)