Rinto, Pengusaha Ikan Cupang; Berawal dari Hobi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan

Laras/BE
Rinto, pemilik Galeri ikan hias Abeng beralamat di Jalan Semeru No 22, Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Memelihara ikan cupang tak sekedar menjadi hobi. Tapi ini juga bisa dijadikan bisnis yang menjanjikan.

LARAS, KOTA BENGKULU

RINTO, tampak asyik memberi makan ikan cupang. Di lahan sempit samping rumahnya, ada ratusan ikan cupang berbagai jenis dan warna. Ikan-ikan itu ditempatkan di plastik berukuran satu kg, bekas botol minuman, ember serta beberapa boks yang tergantung di dinding.
Hobi memelihara ikan cupang sudah ada sejak Sekolah Dasar. Bermula ketika ia memancing ikan bersama temannya. Hingga pada tahun 2009 ia mulai mencoba mengawinkan ikan cupang. Bermodal nekat dengan belajar secara otodidak soal cupang. Dari mulai cara breeding dan perawatan, Rinto mempelajarinya dari membaca artikel di internet. “Sekali coba langsung berhasil,” ungkap Rinto saat sedang memberi makan ikan cupang.
Memelihara ikan cupang kini tak sekedar menjadi hobi. Namun sudah menjadi bisnis yang menjanjikan. Awalnya Rinto tak memiliki ketertarikan untuk bisnis ikan cupang. Karena pekerjaan yang ia jalani saat itu sangat melelahkan, dan melihat peluang besar untuk berjualan ikan cupang, ia pun memutuskan untuk menekuni budidaya ikan cupang itu.
Pria berumur 35 tahun itu memulai bisnis pada tahun 2016.
Ia membuat toko disamping rumahnya. Galeri ikan hias Abeng ini beralamat di Jalan Semeru No 22, Sawah Lebar, Kota Bengkulu.
Ketika itu Rinto meraih pendapatan bulanan hanya kisaran Rp 100 ribu. Namun seiring berjalannya waktu, bisnis ikan cupang Rinto pun mulai berkembang. Kini ia mengaku bisa meraih omzet Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan.
Kini Rinto sudah mulai menuai buah hasil kerja kerasnya. Ikan cupang hasil budidayanya sudah bisa diperjual belikan dalam skala besar di Bengkulu. Banyak pedagang ikan cupang kaki lima yang membeli ditempatnya. “Ikan cupang yang kini jadi andalannya adalah ikan ikan cupang jenis plakat, jayen, dan serit,” jelasnya.
Untuk bisa menembus pasar, Rinto paham betul apa yang harus ia lakukan. Menjaga kualitas ikan salah satunya. Untuk itu, Rinto yakin, bibit unggul dan perawatan yang baik adalah kuncinya. Karenanya, ia sangat memperhatikan betul kualitas ikan-ikan yang ia jual.
Bahkan karena kepiawaiannya mencetak ikan-ikan berkualitas, salah satu ikan hasil budidayanya belum lama ini menjuari lomba yang diadakan Cupangers Bengkulu pada 28 Juni 2020.
Ia mendapatkan peringkat 3 dalam kategori A2 light solid dan B1 solid. Peringkat 2 kategori multi colour di FBRI Family Rafflesia pada 18 Juni 2020.
Rinto menuturkan, budidaya ikan cupang relatif lebih mudah dibanding ikan hias lain, seperti koki maupun koi. Dalam perawatan hariannya, juga tidak ada trik-trik khusus selama perawatan ikan.
Ikan ini juga dikenal tangguh terhadap perubahan cuaca yang berdampak pada suhu air. Begitu juga dengan penyakit, lumayan berdaya tahan tinggi. “Perawatan rutin hanya berupa pemberian makan pada pagi dan sore hari,” tambahnya.
Yang menarik, lanjut Rinto, saat ini penjualan sedang mengalami peningkatan permintaan. Salah satu penyebab tingginya permintaan ikan cupang itu, karena pandemi covid-19, banyak pembeli baru yang memborong ikan untuk mengisi waktu luang.
Untuk kedepannya Rinto memiliki impian untuk terus meningkatkan kualitas ikan cupangnya agar semakin dikenal dan bisa mengekspor ke berbagai daerah bahkan hingga ke luar negeri. (Mg6)