Rimbo Recap Bangun Spot Foto Instagramable


Ary/BE
Area persawahan Desa Rimbo Recap yang dibangun spot foto instagramable dan akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Curup.

CURUP, bengkuluekspress.com– Melihat potensi persawahan rimbo recap yang bisa menjadi objek wisata di Kota Curup. Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan saat ini tengah membangun fasilitas untuk spot foto instagramable.
Spot foto instagramable tersebut saat ini tengah dibangun diarea Jalan Usaha Tani (JUT) yang membelah area persawahan yang selam ini juga dikenal sebagai area persawahan penghasil salah satu beras terbaik di Kabupaten Rejang Lebong.
“Pembangunan spot wisata ditengah-tengah sawah ini dilakukan oleh karang taruna desa,” ungkap Samsul Septiaroni alias Ojo salah satu anggota karang taruna Desa Rimbo Recap.

Dijelaskan Ojo, untuk tahap awal ini proses pembangunan spot foto yang lokasinya tak jauh dari kampung inggris tersebut dilakukan swadaya oleh anggota Karang Taruna. Karena menurutnya material yang digunakan untuk membuat spot foto yaitu berupa bambu mereka ambil dari rumpun-rumpun bambu yang ada di Desa Rimbo Recap.
Dibangunannya spot foto tersebut, menurutnya tak lain untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Rimbo Recap yang ingin menjadikan desa mereka sebagai desa wisata. Terlebih lagi, dalam beberapa bulan terakhir area JUT dipersawahan rimbo recap dijadikan tempat anak-anak muda untuk nongkrong disore hari sembari menunggu matahari terbenam mereka menikmati area persawahan yang asri.
“Untuk tahap awal ini kita lakukan swadaya dulu, dari dana desa sudah dianggarkan juga namun masih menunggu perubahan,” tambah Ojo.

Senada dengan yang disampaikan Ojo, Kades Rimbo Recap, Ujang Ruhiyat juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah menganggarkan dana untuk pembangunan spot wisata tersebut di APBDes Perubahan. Dimana untuk tahap awal ini berdasarkan hasil musyawarah desa sudah dianggarkan sebesar Rp 21 juta.
“Pembangunan nanti akan kita lanjutkan ditahun 2021, kalau sekarang baru beberapa petak sawah saja, nanti bisa sampai 1 KM,” tambah Ujang.

Untuk tahap awal ini pengelolaan objek wisata tersebut, menurutnya akan dikelola oleh Karang Taruna dan Pokdarwis terlebih dahulu, namun nanti ditahun 2021 akan mereka targetkan dikelola oleh BUMDes, sehingga Pokdarwis yang mengelola nanti menjadi unit dari BUMDes.
“Kita bisa menganggarkan untuk pembangunan spot foto tersebut, karena kita dari tahun 2018 lalu sudah ditetapkan menjadi desa wisata,” paparnya.

Disisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kawasan persawahan Rimbo Recap memang sudah ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama disore hari. Hanya saja menurutnya banyak kunjungan masyarakat tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan. Kendala sampah sendiri menurut Ujang sudah mereka diskusikan dan nanti pengelolaan akan dilakukan seiring dengan selesainya pembangunan spot foto.
“Kalau kita larang pengunjung agar tidak datang karena membuang sampah itu tidak mungkin karena mereka aset kita kedepan, namun untuk saat ini kami harap kesadaran para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pesan Ujang.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*