Rilis Buku Plus Rilis Pacar

JAKARTA – Tidak hanya piawai berakting, Asmirandah juga mahir menulis cerita. Itu dibuktikan dengan terbitnya sebuah buku kumpulan cerita pendek (cerpen) karyanya sendiri. Buku berisi 13 cerpen tersebut berjudul Lovandah, yang secara harfiah berarti cinta Andah-sapaan Asmirandah).

Buku itu kemarin (18/11) dia perkenalkan di acara Indonesia Book Fair 2012 di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut semakin istimewa karena Andah tak lagi malu-malu untuk mengajak Vanno -panggilan Jonas Rivanno. Maklum, sebelum hubungan keduanya terkuak, Andah dan Vanno sama-sama saling menghindar kalau ditanya tentang kisah asmara.

“Dia (Vanno) ikut saya sejak pagi. Dia juga jadi teman sharing untuk bahas cerita yang saya tulis masuk akal atau tidak,” ujarnya. Namun, Andah langsung menampik saat disinggung bahwa buku tersebut muncul setelah mereka berpacaran. Sebab, dia menyebut proses kreatif sudah dimulai sejak 2010. Saat itu dirinya masih menjalin kasih dengan Dude Herlino.

Itu merupakan kali pertama mereka tampil berdua dan bicara blak-blakan tentang kisah cinta. Sebelumnya, Andah memublikasikan Vanno sebagai kekasih barunya melalui kicauan di Twitter. Sejak dikabarkan putus dari Dude awal tahun ini, perempuan 23 tahun tersebut tak pernah bercerita tentang pria pengisi hatinya.

Memang, dalam perjalanannya, pesinetron itu mengakui ada bumbu kisah pribadi ke dalam cerpen cintanya. Namun, dia tidak membuka di mana tepatnya kisah tersebut tertuang, apakah di cerita cinta antara orang tua ke anak, persahabatan, atau kekasih.

“Semua inspirasi dari diri sendiri, lingkungan, bahkan orang yang tidak saya kenal,” imbuhnya. Munculnya buku tersebut menambah kesibukan baru Asmirandah. Selain berperan dalam film baru, Jakarta Hati, dia masih harus syuting sinetron dan beberapa waktu lalu sempat merancang busana.

Meski demikian, Andah mengaku enjoy. Tidak ada masalah berarti selama dia menjalankan multitasking tersebut. Begitu juga dengan hubungan asmaranya dengan Vanno. Dia menyebut saling menghargai waktu sebagai kunci. Terbukti, meski tidak mengakui berapa lama pacaran, dia menuturkan semua baik-baik saja.

Andah lantas mencontohkan cara menghargai waktu tersebut. Salah satunya adalah dengan datang tepat waktu di lokasi syuting. Dia memastikan, saat berperan dalam satu sinetron, mereka tidak mungkin terlambat. “Dia juga mau menemani ke mana-mana. Secara keseluruhan dia baik,” pujinya.

Tak mau ketinggalan, Vanno ganti memuji kekasihnya. Di matanya, Andah adalah seseorang yang tidak bisa diam alias atraktif. Namun, dia beruntung karena Andah selalu menyalurkannya ke hal yang positif. Karena itu, dia memilih tak banyak mencampuri urusan kekasihnya tersebut kecuali ditanya.

Seperti buku Lovandah, Vanno tidak pernah meminta Andah untuk mendiskusikan proyeknya itu. Mulai isi cerita sampai desain buku, semua diurus Andah. Namun, dirinya siap kapan saja saat dimintai pendapat. “Jarang kasih kritik. Kecuali dia yang tanya lebih dulu,” ucap dia.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Vanno menyatakan bahwa hubungannya dengan Andah sedang berjalan dengan mulus. Mereka berharap jalinan yang mereka buat bisa berujung sampai pelaminan. Tetapi, dia tidak tahu kapan. Yang pasti, sudah ada perencanaan di masa depan. (JPNN)