Ricky Didorong Maju Pilbup Seluma

=FOTO RICKY GUNARWAN

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sosok Ir Ricky Gunarwan didamba-dambakan untuk maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Seluma. Ricky Gunarwan yang saat ini aktif menjabat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu itu dinilai pantas untuk menduduki kursi empuk BD 1 P. “Soal pengalaman dan kepintaran tidak perlu diragukan lagi. Karena beliau ini, siapapun gubernurnya selalu dipercaya menjadi kepala dinas,” ujar Aktitis Pemuda Bengkulu, Ferry Sapran kepada BE, kemarin (1/8).

Dijelaskannya, alasan kuat didorong maju dalam Pilbup Seluma, karena memang Ricky Gunarwan berasal dari Seluma. Orang tua Ricky Gunarwan berasal dari Desa Gunung Mesir Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma. “Ini memang putra daerah yang akan mengabdi untuk daerah asalnya,” tambahnya.

Menurut Ferry, jaringan keluarga, kerabat, masyarakat umum, loyalis Ricky Gunarwan di Kabupaten Seluma sudah tidak perlu diragunkan lagi. Militansi untuk memiliki Ricky Gunarwan menjadi Bupati Seluma sudah bulat. “Dia mengetahui fakta empiris lapangan, terkait kecenderungan masyarakat memilih. Sehingga kans kuat menang itu ada,” kata Ferry.



Sementara itu, Ricky Gunarwan mengatakan, dorongan yang diberikan oleh masyarakat itu adalah hak masyarakat. Dirinya sebagai putra daerah, ketika itu sudah bulat diminta masyarakat, maka tidak ada pilihan lain, kecuali untuk ikut memajukan Kabupaten Seluma dengan mengambil peranan kebijakan atas. “Kalau itu kemauan masyarakat, saya siap. Apalagi Seluma itu adalah daerah saya,” terang Ricky.

Soal pengalaman di birokrasi sudah segudang pengalaman. Jabatan kepala dinas sendiri sudah lebih dari 10 tahun ia dipercaya. Seperti pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi, Staf Ahli Gubernur Bengkulu dan saat ini aktif sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu. “Untuk kemajuan daerah, apapun harus kita lakukan,” pungkasnya. (151)