Ribut Soal Akses TPA Air Sebakul, Ini Jawaban Kadis DLH

Air SebakulBENGKULU, bengkuluekspress.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Syarnubi, Kamis (25/01/18) mengecek lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) air Sebakul. Dengan ditemani Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Rusman Efendy, Syarnubi mengecek langsung kondisi terkini kawasan tersebut.

Saat di cek ke lokasi, diketahui TPA tersebut benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. Selain akses masuk yang semakin memburuk pasca diguyur hujan beberapa hari terakhir, satu unit alat berat yang distandbykan di lokasi, tak bisa dioperasikan lantaran mengalami kerusakan yang cukup parah.

Syarnubi pun mengatakan, pelarangan bagi para pengumpul sampah dari RT dan RW se-kota Bengkulu untuk masuk ke TPA, tersebut bukanlah tanpa alasan yang jelas. Pelarangan tersebut diberlakukan untuk kebaikan para pengumpul sampah itu sendiri, yang dinilai bisa mengalami kerugian yang besar jika masuk ke kawasan TPA dengan kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur. Jika kondisi jalan sudah mulai mengering, para pengumpul sampah diperbolehkan masuk kawasan TPA sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

“Tidak ada larangan sebenarnya, tapi karena jalan berlubang dan berlumpur makanya kendaraan roda 3 kemarin dibatasi, daripada terjebak di dalam, itu untuk kebaikan mereka sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya aduan dari para pengumpul sampah tentang adanya pengawas lapangan yang kerap memarahi mereka, dianggap Syarnubi merupakan hal yang wajar, lantaran para pengumpul sampah tersebut kerap membuang sampah sembarangan, dan tidak sesuai tempat yang sudah ditentukan.

“Ya kalau ada yang marah-marah itu wajar, karena memang mereka buang sampah tidak sesuai tempat yang sudah ditentukan, masa buang sampah di jalan masuk,” terang Syarnubi.

Sebelumnya, pada Rabu (24/01/18) kemarin, para pengumpul sampah mendatangi Kantor Walikota, untuk mengeluhkan adanya pelarangan bagi mereka untuk masuk ke kawasan tempat pembuangan akhir yang bertempat di Air Sebakul itu. Oleh karena itu, Kadis DLH hari ini memastikan sendiri bagaimana kondisi TPA yang sebenarnya. (ibe)