Ribuan Warga Belum Miliki Jamkesda

fto lepas
Bupati Seluma Bundra jaya SH MH bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Seluma, saat ke lapangan menghadiri dan meninjau sebuah kegatan di Kabupaten Seluma.

TAIS KABUPATEN SELUM,A, Bengkulu Ekspress– Hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Seluma, masih banyak belum tertampung dalam jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Saat ini masih sekitar 80 ribuan warga belum memiliki jamkesda. Sesuai Basis Data Terpadu (BDT) di Dinas Sosial, ada 40 ribu masyarakat masuk kategori miskin dan 40 ribu orang kalangan menengah.

“Memang masih banyak namun kita juga menyesuaikan dengan kebutuhan untuk mengalokasikan anggaran jamkesda ini. Untuk saat ini baru tertampung Rp 3,3 miliar untuk 11 ribu warga saja dahulu,” ujar Ketua Komisi II DPRD Seluma Hj Romania SH kepada Bengkulu Ekspress kemarin (24/5).

Romania menerangkan, untuk memberikan rasa aman kepada warga yang tidak mampu dan kalangan menengah ke bawah. Sedikitnya membutuhkan anggaran mencapai Rp 11 miliar. Baru bisa menampung keseluruhan warga miskin Seluma Provinsi Bengkulu dalam jamkesda. Hanya saja, hal tersebut sulit terpenuhi. Meski begitu, upaya menambah kuota penerima Jamkesda juga diharapkan terus dilakukan.

Guna mengatasi ketimpangan tersebut, pemerintah diharapkan mengupayakan menyediakan pos khusus untuk BPJS Jamkesda Open member sebanyak 1000 kartu. “Jamkesda open member ini untuk mengantisipasi jika ada masyarakat miskin yang membutuhkan namun belum terdaftar sebagai penerima kartu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Chaidir Muchtar SSos mengatakan, meski tidak ada warga yang sakit. Pemkab Seluma Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan tetap membayarkan klaim setiap bulannya kepada BPJS. Karena Jamkesda juga masuk bagian dari BPJS.

Hanya saja, untuk masyarakat miskin yang menggunakan BPJS dibiayai menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBN), sedangkan yang tidak terkover dalam APBN dibiayai menggunakan APBD Seluma.

“Untuk saat ini sebanyak 10 ribu jiwa yang dibiayai menggunakan Jamkesda. Mereka ini ditanggung oleh daerah, karena tidak tertampung lagi menggunakan dalam pusat dalam APBN,” imbuhnya.(333)