Ribuan Sopir Truk Akan Demo

Protes Kuota Solar Sedikit

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ribuan Sopir angkutan truk di Bengkulu akan melakukan Demo kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Hal ini lantaran kuota solar subsidi yang dibatasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Ketua Umum (Ketum) Gabungan Pengusaha Angkutan Batubara (GAPABARA) Provinsi Bengkulu, Yurman Hamedi mengatakan, sebanyak ribuan sopir angkutan truk saat ini tidak bisa mencari rezeki. Hal ini dikarenakan solar subsidi yang selalu kosong seluruh SPBU di Provinsi Bengkulu.

“Kuota solar per SPBU hanya 8 ribu liter, mana cukup untuk truk yang ada di Bengkulu,” kata Yurman Hamedi, kemarin (14/7).

Menanggapi hal tersebut pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan demo besar-besaran ke Pemerintah Provinsi Bengkulu dan DPRD Provinsi Bengkulu. Demo tersebut menuntut Pemerintah agar mengajukan penambahan kuota solar bersubsidi di daerah kepada BPH Migas. Dengan begitu permasalahan langkanya solar didaerah bisa teratasi. “Kuota kita kenapa dikurangi jadi 82 ribu kiloliter, padahal tahun sebelumnya masih 96 ribu kiloliter. Ini namanya membuat rakyat semakin sengsara bukan sejahtera,” ujarnya.

Tidak hanya menyengsarakan, Ia mengaku, pendapatan sopir truk di Bengkulu juga semakin menurun. Jika dalam sehari bisa mendapatkan minimal Rp 200 ribu, sekarang tidak lagi. Ditambah lagi Mereka juga telah kehilangan pendapatan sejak solar subsidi di SPBU langka.”Pendapatan mereka tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup, bayar hutang dan untuk makan jadi susah, jadinya mereka semakin sengsara,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama Po Putra Rafflesia, William Suliawan mengaku, tidak hanya angkutan truk yang mengalami kekurangan solar. Bahkan angkutan bus AKAP juga mengalami hal serupa, sehingga membuat puluhan bus tidak bisa beroperasi. Hal ini tentu saja mengurangi pendapatan perusahaan.

“Pendapatan berkurang akibat solar yang sedikit di Bengkulu, harusnya pemerintah lebih peka terhadap ekonomi rakyat,” terang William.

Disisi lain, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Provinsi Bengkulu, Kurnia Lesani Adnan menuturkan, Bengkulu tidak memiliki stok Biosolar yang cukup, angkutan umum baik bus maupun truk harus mengantre sampai 6 jam bahkan sampai seharian di SPBU. Hal ini disebabkan persediaan BBM jenis Biosolar yang sangat terbatas dari Pertamina.

“Situasi ini sangat berbanding terbalik kota lain seperti di Pulau Jawa. Ada apa dengan Bengkulu ini? Apakah bagi pemerintah di Bengkulu ini tidak dianggap ada atau kebutuhan masyarakat di Bengkulu tidak menjadi prioritas seperti kota lain khususnya di pulau Jawa,” ujar Kurnia.

Ia mengaku, Biosolar mengalami kekosongan, tetapi Dexlite tersedia, sedangkan Pertamina Dex tidak di semua SPBU tersedia. Ia berharap, ada sikap dari Pertamina dan pemerintah daerah secepatnya mengatasi hal ini. Kelangkaan BBM Biosolar disebut kerap terjadi di Bengkulu, tidak seperti di Provinsi Lampung, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat. “Kita berharap pemerintah bisa bertindak segera,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*