Ribuan Siswa SMA Mengadu Nasib

Panitia UN saat memasang nomor peserta UN di bangku sekolah di SMK Maarif Bintuhan, Kaur kemarin.

BENGKULU, BE – Hari ini Senin (16/04) dipastikan ribuan siswa SLTA sederajat di Provinsi Bengkulu khususnya di wilayah kabupaten akan mengadu nasib dengan mengikuti Ujian Nasional (UN). Berdasarkan data peserta yan masuk ke dinas pendidikan di masing-masing kabupaten yang dihimpun BE, jumlah peserta UN terbanyak di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 2.820 siswa, lalu disusul Bengkulu Utara 2.486 siswa, Bengkulu Selatan 2.029 siswa, Mukomuko 1.620 siswa, Kepahiang 1.419 siswa, Seluma 1.352 siswa, Kaur 1.117 siswa, dan Lebong 977 siswa. Dari jumlah terdaftar itu memang ada yang dipastikan tidak akan ikut UN hari ini karena sudah menikah dan berhenti sekolah. Seperti di Mukomuko 4 orang siswa dipastikan tidak ikut karena menikah dan berhenti.
Berbagai persiapan menghadapi UN sudah dilakukan, baik untuk siswa, keamanan soal dan ujian, serta persiapan lainnya. Termasuk pesan-pesan dari sejumlah pejabat, DPRD, dan tokoh masyarakat kepada siswa yang akan mengikuti UN. Bahkan hari ini ada pejabat yang akan memantau UN meskipun mereka dipastikan dilarang masuk area ruangan ujian.

Seperti di Kabupaten Kaur, Bupati Kaur Dr Ir H hermen Malik Msc dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaur, akan menggelar sidak ke berbagai sekolah saat UN berlangsung. “Bupati dan pejabat Kaur lainnya akan memantau di luar saja, sambil melihat kondisi pelaksanaan UN hari pertama ini. Karena pihak panitia tidak mengizinkan siapapun masuk ke ruang ujian,” ujar Kadispenbud Kaur M Daud Abdullah SPd melalui Sekreatris KH Sidarmin Tetap MPd kepada BE Sabtu (14/4). Dijelaskanya, karena setiap pelaksanaan UN, pejabat pusat atau daerah memiliki kebiasaan melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah pada hari pertama. Jika pejabat masuk ke ruangan, maka dapat mengganggu konsentrasi siswa peserta UN dalam mengerjakan soal. “Ini sudah prosedur operasional standar pelaksanaan UN, sehingga boleh melihat dari kejuahan atau di pintu saja, wartawan juga boleh mengambil gambar pada jendela dan pintu, tidak perlu masuk,” jelasnya.

Bupati Kaur bersama rombongan rencananya akan melakukan sidak dan pemantauan di SMA I Kaur, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3 dan SMAN 6. “Namun apakah semuanya dikunjungi masih melihat kondisi, jika tidak sempat terpaksa beberapa sekolah saja,” katanya. Menurut Sidarmin, tujuan bupati memantau UN untuk memberikan semangat kepada siswa mengerjakan soal UN serta bisa lulus dengan predikat terbaik.Sementara itu Ketua DPRD Kaur Samsu Amana SSos didampingi Komisi I Herlian Muchrim ST saat dihubungi mengungkapkan, DPRD juga akan ikut memantau UN, sesuai dengan dapil masing-masing. “Pemantaun UN ini bisa dijadikan kajian bersama, misalkan dalam penyelenggarannya ada kekurangan, bisa dijadikan pelajaran untuk ke depan. Lalu akan kita lakukan perbaikan bersama-sama,” jelasnya.

Disisi lain pihak Dispenbud akan melakukan pendataan kembali, jumlah perserta UN yang ikut UN hari ini. Jika total siswa terdaftar sebanyak 1.117 peserta SMA/MA/SMK. Namun kemungkinan saat UN hari pertama ada yang tidak hadir dengan berbagai alasan. Seperti sakit, menikah, atau sudah berhenti dari sekolah.

Peserta UN dan Guru Mesti Jujur
Sementara itu, di Kabupaten Kepahiang ada 16 titik sekolah yang menjadi penyelenggara UN baik itu SMA, SMK dan MA. Jumlah siswa yang ikut masing-masing 451 siswa dari jurusan IPA, 462 siswa jurusan IPS dan 506 siswa dari sekolah kejuruan.Kadisdikpora Kepahiang, Mansori SH MH melalui Kabid Dikmen Riswo SPd mengatakan, pelaksanaan UN ini mengacu pada Prosedur Operasi Standar UN yang dikeluarkan oleh pihak BNSP. Seperti halnya dalam penilaian UN itu sendiri, yang mana dalam penilaian mata pelajaran yang di-UN-kan memiliki batas minimal. Untuk tahun ini berdasarkan aturan dari BNSP nilai rata-rata standar kelulusan UN yang dimulai besok minimal harus 5,50. Nilai tersebut untuk seluruh mata pelajaran yang di-UN-kan, dengan nilai minimal 4,00 paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.

Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Edwar Samsi SIP MM mengatakan pada pelaksanaan UN tahun 2012 ini pihaknya meminta kepada guru dan pelajar yang mengikuti UN ini untuk dapat berlaku jujur. Karena mutu pendidikan di Kepahiang kedepannya tergantung dengan para generasi yang mengikuti UN ini.”Kita harapkan pelaksanaan UN kali ini masing-masing pihak baik itu guru dan pelajar yang mengikuti UN ini bisa jujur, artinya tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan UN ini,” jelas Edwar.Dikatakatakannya, kesuksesan itu bukan hanya capaian kelulusan pada angka 100 persen saja, tapi juga harus jujur dalam pelaksanaan UN itu sendiri. “Saya rasa percuma saja kalau hasil maksimal, tapi dalam pelaksanaan UN itu sendiri bermasalah seperti terjadinya kebocoran soal ataupun sejenisnya,” kata Edwar.Ia menambahkan, yang jelas dalam pelaksanaan UN ini pihaknya selaku Komisi I DPRD Kepahiang akan turut mengawasi. Disisi lain diharapkan jangan sampai terjadi kecurangan, yang nantinya berdampak terhadap dunia pendidikan di kabupaten Kepahiang ini.

Kebocoran Soal UN Kecil
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong Syafewi SPd MM mengatakan kemungkinan soal UN bocor sangat kecil, sebab itu dia meminta para pelajar dan orang tua siswa untuk fokus dan tidak terpengaruh dengan isu kebocoran soal apalagi penyebaran kunci jawaban Ujian Nasional (UN). Dijelaskannya, distribusi soal UN dilakukan sangat ketat mulai dari produksi hingga tiba ke tangan para peserta saat ujian berlangsung. “Soal se provinsi Bengkulu tiba dengan pengawalan, kemudian dikawal jajaran polisi dari Polda Bengkulu. Dibawa ke RL juga dengan pengawalan,” tuturnya.Soal tiba di RL pada hari Sabtu (14/4), langsung dilakukan serah terima dan disimpan di Mapolres dan Polsek terdekat di wilayah RL. “Saat disampan di Mapolres dan Mapolsek, tidak ada satupun yang boleh menyentuh soal tersebut, sampai waktunya tiba pelaksanaan UN dimulai. Pada saat dibagikan juga ada pengawalan polisi, serta pengawas independen,” tegasnya.Jikapun ada isu yang berkembang ada kebocoran soal serta penyebaran kunci jawaban, Syafewi menegaskan jika peserta UN dan orang tua siswa wajib tidak percaya yang harus yakin dengan kemampuan masing-masing. “Kita sudah berupaya maksimal mempersiapkan siswa sebelum UN, kalaupun hasilnya belum seperti yang kita harapkan, hal ini harus jadi evaluasi. Tapi kami optimis dengan usaha yang sudah dilakan,” katanya. Hari ini sekitar 2.820 pelajar SMA/SMK di Rejang Lebong (RL) akan mengikuti Ujian Nasional. Dari 2.820 peserta UN itu, 1.800 diantaranya merupakan peserta UN SMA. Selebihnya, 1.020 peserta UN SMK. Meliputi 14 SMA dan 13 SMK se RL.

Dilarang Bawa HP
Sedangkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Seluma kembali mengingatkan siswa untuk tidak membawa HP saat UN berlangsung. Sebab itu, pihak sekolah dan pengawas UN untuk mengumpulkan HP siswa di tempat tertentu. Tempat pengumpulannya boleh di dalam ruang ujian atau di ruang khusus. Kebijakan ini diambil guna pelaksanaan UN tidak terganggu.Kepala Dispendik Seluma Syaiful Anwar SPd MPd melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Apsin T SPd mengatakan, pihaknya meminta seluruh seluruh sekolah penyelengara UN dan pengawas untuk memperhatikan larangan tersebut. Kebijakan tersebut diambil karena jika HP dibiarkan dibawa ke rung ujian, apalagi tidak dinonaktifkan maka akan diyakini dapat mengganggu pelaksanaan ujian.”Supaya ujian tenang dan tertib, HP siswa untuk tidak dibawa ujian. Bisa dikumpulkan oleh pengawas atau panitia ujian di masing-masing sekolah. Kalau masih ada yang tetap bawa HP, bisa ditindak untuk dikumpulkan,” katanya.Sementara itu, pelaksanaan UN SLTA sederjarat tahun 2012 ini sebanyak 1.352 orang, terdiri dari 1.110 orang dari SMA/MA dan 242 dari SMK. Sementara itu, sekolah penyelengara UN SMA sederajat tahun ini terdiri dari 8 SMA Negeri, 3 SMK Negeri, 1 SMA Muhammadiyah serta 1 MA Negeri dan 1 MA Muhammadiyah.

Hati-Hati Menjawab Soal
Lain halnya dengan Kadisdikpora BS BS Rudi Zahrial SE melalui Kabid Dikmen Rahmadan MPd yang mengingatkan peserta UN berhati-hati dalam menghitamkan lembar jawaban. Sebab jika lembar jawaban tersebut bolong atau menghitamkannya di luar lingkaran yang sudah tersedia, maka hasil jawaban siswa itu tidak akan terbaca oleh komputer, sehingga akan merugikan siswa itu sendiri.”Kami sudah sering ingatkan dan kami lakukan latihan mengisi lembar jawaban selama ini, semoga tidak ada kesalahan yang merugikan mereka sendiri,” ucapnya.Sedangkan Kadisdikpora Kepala Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lebong Drs Edi Suarna melalui Kabid Dikmen Sukirno SPd mengharapkan pengawas independen yang berasal dari Universitas Bengkulu betul-betul bertugas mengawasi setiap SMA Penyelanggara Ujian Nasional untuk meminimalisiri kebocoran soal UN.

Peserta UN di 8 Kabupaten

Bengkulu Utara 2.486 siswa
Kaur 1.117 siswa
Kepahiang 1.419 siswa
Lebong 977 siswa
Rejang Lebong 2.820 siswa
Seluma 1.352
Bengkulu Selatan 2.029 siswa
Mukomuko 1.620 siswa

(777/369/400/999/505/444)