Ribuan Siswa Meriahkan HKN 2012

Gerakan Sadar GiziĀ & Sikat Gigi Massal

BENGKULU, BE – Rangkaian kegiatan mengisi Hari Kesehatan Nasional tahun 2012 di Provinsi Bengkulu, berlangsung meriah. Sikat gigi massal yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Harian Bengkulu Ekspress digelar di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, kemarin. Acara ini diselenggarakan dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional, memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu ke-44 dan Pencanangan Gerakan Sadar Gizi Nasional di Provinsi Bengkulu. Pencanangan tersebut ditandai dengan pemukulan dol oleh Plt Gubernur Bengkulu didampingi Sekda Provinsi, Direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes Minarto MPS, ketua umum PDGI, perwakilan Bupati/kota se-provinsi Bengkulu.
Sebelum menggelar sikat gigi massal, semua peserta terlebih dahulu menggelar senam bersama yang juga diikuti pejabat provinsi dan tamu undangan lainnya.
Tidak hanya itu, seabrek kegiatan pun dilakukan, seperti penyuluhan kesehatan dari dokter cilik yang dipaparkan pelajar asal Rejang Lebong, Muhammad Fauzan Setiawan, penyematan pin kepada kader gerakan sadar gizi kabupaten/kota se- Provinsi Bengkulu, pemeriksaan gigi gratis, pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis bagi para siswa dan masyarakat umum, lomba menggambar, pameran makanan bergizi oleh Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten dan kota dengan menampilkan makanan-makanan khas Bengkulu yang telah memenuhi standar gizi.
Dalam sambutannya, Pemimpin Perusahaan Bengkulu Ekspres, M Firdaus MM mengungkapkan kegiatan tersebut sengaja melibatkan siswa SD dan TK guna menanamkan kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi sejak dini.
Ia juga nenyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama yang baik, sehingga acara tersebut dapat berjalan sukses dan lancar. Ia juga berharap kerja sama tersebut terus terjalin untuk masa-masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum PDGI Ketua PDGI Pusat, Dr drg Rini Zaura MDS menyampaikan kegiatan tersebut memiliki manfaat besar untuk menjaga kesehatan gigi bagi anak-anak dan remaja, mengingat hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80 persen gigi masyarakat Indonesia dalam keadaan rusak akibat tidak menyikat gigi dengan benar, baik dan teratur. “Menyikat gigi cukup 2 kali sehari, yakni pagi hari dan sebelum tidur,” ujarnya.
Ia juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut, anak-anak dan rejama di Provinsi Bengkulu memiliki kesadaran yang tinggi untuk memelihara kesehatan giginya. Karena merawat dan menjaga jauh lebih baik daripada mengobati.
Di bagian lain, Direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes RI Minarto MPS mengatakan selain persoalan gigi yang menjadi fokus program Kemenkes, mengenai kegemukan dan gizi untuk menjadi perhatian serius pihaknya. Karena hingga saat ini 80 persen lebih masyakat Indonesia, terutama kaum wanita mengalami kegemukan yang tidak sehat.
“Kegemukan kurang gizi ini disebabkan kebiasaan masyarakat mengkosumsi makanan instan dan cepat saji, sementara makanan tersebut belum terjamin kesehatannya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa posisi Provinsi Bengkulu mengenai gizi buruk masih di bawah nasional, yakni berada pada angka 15,3 persen, sedangkan rata-rata nasional saat ini berada pada angka 17,9 persen.
“Artinya Bengkulu masih bagus gizinya dibandingkan nasional, tapi ini harus ditingkatkan lagi agar semakin menurun dan kesehatan masyarakatnya semakin membaik,” tukasnya.
Selain itu, Plt Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PDGI pusat dan Kemenkes atas kesediaanya menggelar Pencanangan Gerakan Sadar Gizi Nasional di Bengkulu di tahun 2012 ini, dan ia berjanji tahun depan kegiatannya akan lebih hidup dan meriah lagi. “Masalah sikat gigi memang persoalan sepele, tapi sering terupakan. Untuk itu, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi setiap individu,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengimbau Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menghidupkan kembali Posyandu-posyandu yang telah ada sebelumnya. Hal ini dalam rangka untuk menyukseskan pencanangan gizi nasional, terutama di Provinsi Bengkulu.
“Saya meminta agar masyarakat sedikit mengurangi makanan siap saji, dan sadar bahwa pentingnya gizi dan kesehatan,” tandasnya.
Usai penyampaikan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan penabuhan dol oleh Plt Gubernur dan penyuluhan kesehatan lingkungan dan badan oleh dokter cilik atas nama Muhammad Fauzan Setiawan dari Rejang Lebong. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyaksikan sikat gigi massa dan mengunjungi setia stand pameran, pemeriksaan dan pengobatan gigi, cek darah dan lomba mewarnai. (400)