Ribuan Pelajar Pawai Pembangunan

Ribuan pelajar di Kepahiang saat mengikuti pelaksanaan pawai pembangunan kemarinKEPAHIANG, BE – Lebih dari 4 ribu orang pelajar, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga SLTA kemarin (6/1) mengikuti konvoi pawai pembangunan dalam rangka HUT Kepahiang ke-10.
“Dalam pawai ini masing-masing sekolah menunjukkan kreasinya baik dari segi kostum ataupun kreasi-kreasi lain selama mengikuti karnaval yang bertujuan memeriahkan HUT Kabupaten Kepahiang ke-10,” ujar Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH kemarin.
Dikatakannya, para pelajar dalam pawai pembangunan ini konvoi berjalan kaki sejauh 5 KM. Dimulai dari Kantor Bupati hingga Taman Santoso Kelurahan Pasar Kepahiang. “Dalam pawai ini juga diikuti beberapa drum band dari beberapa sekolah dan juga kendaraan hias dari masing-masing SKPD,” jelasnya.
Dijelaskannya, sejak awal pelajar se-Kabupaten Kepahiang ini lebih dulu diliburkan pasca mengikuti ujian semester lalu, sehingga pada saat HUT merekapun telah masuk sekolah. “Ini bertujuan agar para pelajar dapat turut serta memeriahkan pelaksanaan HUT Kabupaten kita. Tahun ini kita cukup bangga, karena dari kalangan pelajar saja sudah mencapai ribuan ikut dalam kegiatan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM yang melakukan pelepasan terhadap peserta pawai ini mengharapkan semarak HUT Kepahiang ini bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kepahiang. “Dalam pawai ini kan menampilkan pembangunan yang kita lakukan saat ini di Kepahiang. Harapan kita masyarakat yang menyaksikan bisa melihat ini dengan nyata,” ujar Bando.

Evaluasi SPP
Sementara itu, Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM meminta Gubernur Provinsi Bengkulu untuk melakukan evaluasi terhadap SMK-SPP Kelobak. Ini dikatakan Bando saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Paripurna HUT Kepahiang ke-10 kemarin. “Kita harapkan Gubernur bisa melakukan evaluasi SPP. Karena dari tata ruang kita saja SPP letaknya salah,” ujar Bando.
Dikatakannya, pihaknya tidak menyengsarakan pendidikan. Hanya saja sesuai dengan Undang-Undang pendidikan terbaru, untuk jenjang pendidikan menengah letak tanggungjawabnya ada pada bupati dan walikota. “Undang-undang pendidikan juga menyebutkan kewenangan pendidikan menegah ada pada bupati dan walikota, sehingga kita dari Pemda Kepahiang minta Gubernur evaluasi SPP. Kami juga minta kepada staff ahli yang mewakili bupati saat ini menyampaikan ini,” jelas Bando.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Provinsi Bengkulu bidang ekonomi Drs H Yasarlin Mpd menyampaikan akan menyampaikan langsung soal polemik SPP ini kepada gubernur Bengkulu. “Soal permasahan evaluasi SPP ini akan saya sampaikan kepada Gubernur karena beliau yang berkenan menjawabnya,” katanya.
Menurutnya, serangkaian perayaan HUT Kepahiang yang saat ini tengah dilaksanakan di Kepahiang jangan hanya sebatas seromi saja. Menurutnya, dengan banyaknya acara ini Kepahiang juga bisa meralisasikan kerja keras, cerdas dan ikhlas. “HUT Kepahiang ini jangan cuma acara seromonial saja, ajak BUMN dan swasta bahu membahu membangun Kepahiang. Dan harapan kami juga jaga persatuan antar masyarakat serta¬† hindari perpecahan dan konflik,” jelasnya. (505)