Ribuan Miras dan Tuak Disita Selama tahun 2016

Bengkulu
ASRI/Bengkulu Ekspress. SITA: Polres Bengkulu Selatan sita ribuan miras dan tuak yang disampaikan Kapolres BS saat press release, Sabtu (31/12).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Peredaran minuman keras (Miras) dan tuak di Bengkulu Selatan (BS), akan terus marak, jika tidak ada tindakan nyata dari Pemda Bengkulu Selatan.   Pasalnya pada tahun 2016 ini, jumlah Miras dan tuak yang berhasil disita anggota Polres sangat banyak. Miras diketahui sebanyak 5.044 botol dan tuak 1.500 liter.

“Dari hasil razia sepanjang tahun 2016, kami berhasil menyita 5.044 botol miras dan 1.500 liter tuak,” kata Kapolres Bengkulu Selatan, AKP Ordiva SIK saat press release di aula Mapolres Bengkulu Selatan, Sabtu (31/12).

Kapolres Bengkulu Selatan mengatakan ribuan botol miras tersebut sebagian disita dari toko atau gudang penjual miras, ada dari warung-warung manisan dan ada juga dari kafé-kafé di Bengkulu Selatan. Sedangkan tuak berhasil disita dari rumah warga dan hasil razia di jalan raya.

“Barang bukti (BB) tuak langsung kami tumpahkan di siring pinggir jalan dan sebagian di Polres, dan miras kami simpan digudang Polres,” ujarnya.

Dengan banyaknya hasil razia miras dan tuak ini, dirinya berharap Pemda Bengkulu Selatan, dapat peduli dengan peredaran minuman memabukan tersebut. Terkhusus tuak, agar bisa segera diterbitka perda atau perbup pelarangan peredaran tuak di Bengkulu.

Sehingga tidak ada lagi yang mengedarkan tuak di Bengkulu Selatan. Sebab selain memabukan, tuak dan miras pemicu tindak kriminalitas. “Semoga temuan kami ini ada tindaklanjut dari Pemda Bengkulu Selatan, agar di tahun 2017 peredaran miras dan tuak di Bengkulu Selatan bisa ditekan,” harap Ordiva.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga memaparkan tingkat kriminalitas di Bengkulu Selatan di tahun 2016 naik 0,27 persen dari tahun 2015 lalu. Pasalnya tahun 2015, angka kriminalitas di Bengkulu Selatan mencapai 359 kasus sedangkan ditahun 2016 sebanyak 360  kasus.

Angka kriminalitas ini masih didominasi jenis pencurian dengan kekerasan (Curas). Pencurian dengan pemberatan (curat dan pencurian sepeda motor (Curanmor). Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas di Bengkulu Selatan mengalami penurunan, jika ditahun 2015 ada 36 kasus, sedangkan ditahun 2016 hanya 21 kasus.  “Naiknya angka kriminalitas ini bisa jadi karena masih maraknya pemgaruh miras dan tuak. Sedangkan turunnya angka laka lantas berkat kerja keras Satlantas Polres yang rutin menggelar sosialisasi dan razia,” terang Ordiva. (369)