Ribuan Masker Dibagikan Gratis

CURUP, BE – Hingga kemarin (14/10), kabut asap masih melanda Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya. Melihat kondisi tersebut, beberapa instansi membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat Rejang Lebong.
Beberapa intansi yang membagikan masker tersebut diantaranya Polres Rejang Lebong melalui satuan  Bina Masyarakat, Dinas Kesehatan Rejang Lebong dan BPBD Rejang Lebong. Dari ketiga instansi tersebut ribuan masker telah dibagikan kepada masyarakat.
“Untuk yang dari kita ada sekitar 2000 masker yang kita bagikan,” ungkap Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso SH melalu Kasat Binmas Polres Rejang Lebong, AKP Nurdai di sela-sela acara pembagian masker.
Ditambahkan Nurdai, dengan adanya kegiatan pembagian masker tersebut diharapkan dapat meminimalisir penyakit pernapasan seperti Ispa pada masyarakat Rejang Lebong. Selain itu ia juga menjelaskan dengan adanya pembagian masker ini diharapkan tidak mengganggu pengendara kendaraan bermotor sehingga terhindar dari kecelakaan.
“Selain membagikan kepada pengguna jalan kita juga berencana membagikan ke beberapa sekolah yang ada di Curup ini,” tambah Nurdai.
Dalam kesempatan tersebut ia mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati karena kabut asap yang terjadi sangat mengganggu pengendara. Pembagian masker yang dilakukan Polres Rejang Lebong dilakukan di beberapa titik seperti Pasar Tengah dan Simpang Talang Rimbo.
Sementara itu, tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan BPBD Rejang Lebong juga melakukan pembagian masker. Pembagian masker yang dilakukan terpusat di bundaran Kota Curup. Dalam kegiatan tersebut, setidaknya ada 1000 masker yang dibagikan.
Menurut Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan RL, Nunung Trimulyanti SKM saat ini pihaknya belum mengetahui dengan pasti kondisi udara di Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersebut dikarenakan pihaknya belum memiliki alat pengukur kualitas udara.
“Namun, dari kasat mata saja kita kita sudah mengetahui jika kondisi udara kita memang tidak sehat lagi diantaranya mata menjadi pedih serta napas menjadi sesak,” ungkap Nunung.
Terkait dengan prihal kabut asap ini, ia mengimbau kepada masyarakat Rejang Lebong untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting.
Di sisi lain, Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM menjelaskan, kabut asap yang terjadi ini akibat tidak disiplinnya pejabat daerah baik kabupaten maupun provinsi tetangga. Hal ini dibuktikan karena kejadian ini hampir terjadi setiap tahunnya.
“Dengan adanya kejadian seperti ini setiap tahun, seharusnya mereka memiliki solusi untuk mengatasinya sehingga tidak terulang,” jelas bupati.
Terkait dengan Kabupaten Rejang Lebong sendiri, bupati berharap agar masyarakat Rejang Lebong tidak ikut membakar lahan maupun hutan. Sehingga kabut asap yang terjadi tidak semakin parah.
“Kita berharap juga kepada masyarakat setiap keluar rumah untuk menggunakan masker demi terjaganya kesehatan,” imbau bupati.
Terkait dengan kabut asap kiriman ini. Pantauan Bengkulu Ekspress kabut asap mulai terjadi sejak Senin (13/10) pagi. Kabut asap masih terjadi hingga kemarin meskipun kepekatan asap sudah mulai berkurang dibandingkan dengan hari Senin lalu.  Namun pada Selasa sore kabut asap lebih pekat dibandingkan dengan siangnya bahkan lebih pekat dari hari Senin lalu. (251)