Ribuan Hektar Terancam

BINTUHAN, BE- Pemkab Kaur kini perlu segera mengambil tindakan menyikapi serangan hama Belas. Bila tidak, ribuan hektar padi di dua kecamatan, yakni Kinal dan Kelam Tengah terancam gagal panen akibat serangan hama pada daun itu. Luas areal sawah di dua kecamatan tersebut mencapai 1303, masing-masing Kinal 714 ha dan Kelam Tengah 589 ha. Melihat ganasnya serangan hama, setidaknya 50 persen dari luasan itu diprediksi bakal gagal panen. Tokoh masyarakat Kinal Sarjan Ali kemarinmendatangi Asisten I Pemkab Kaur guna menyampaikan persoalan yang kini mengancam dua kecamatan itu. Ia juga membawa padi yang terserang penyakit Belas itu. Sarjan menyampaikan Pemkab Kaur harus proaktif melihat kondisi di lapangan, baik Dinas Pertanian dan pihak penyuluh. Apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. “Kita minta Pemkab menyikapi persoalan ini, karena ini sudah menyebar penyakit ini. Kita juga minta pemkab memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa nampaknya ini bakal gagal penen, kemudian berikan solusi apa yang harus ditanam setidaknya palawija sebagai pengganti gagalnya padi,” ujar Sarjan Ali. Menurut Sarjan, penyakit padi busuk itu sudah menyerang dua pekan terakhir dan terus meluas. Hama menyerang padi yang baru berusia 4-5 bulan. Ia menyampaikan, seluruh areal yang terserang hama penggerek batang dan daun sudah diberikan bantuan obat pembasmi hama namun bukan sejenis pestisida dan insektisida kemungkinan pungistisida. “Kita minta penyuluh pertanian yang bisa mengamati penyakit, kemudian harus dijelaskan kepada masyarakat. Sehingga ini jelas karena saat ini masyarakat prihatin dengan kondisi saat ini, karena 50% bakal gagal panen,” katanya. Asisten I Nandar Munadi SSos didampingi Sekreatris Dinas Pertanian Misralman SE mengungkapkan pihaknya akan menindaklajuti informasi tokoh masyarakat tersebut. Bila tak ada kendala, Nandar menyatakan akan ke lapangan hari ini. Misralman mengakui dua kecamatan di atas memang menjadi lokasi penelitian untuk jenis padi Hampari 13. Sebelumnya dua kecamatan itu menggunakan jenis IR. Karena idealnya pergantian jenis padi untuk peningkatan produksi padi, pihaknya akan mengkaji kejadian di dua kecamatan itu. Karena itu pihakanya juga belum mengatakan bahwa ini hama atau penyakit meski penyakit Belas itu sudah tampak menyerang daun kemudian ke batang.”Kita akan mengamati terlebih dahulu, karena wilayah Kinal dan Kelam Tengah 2 Minggu lagi akan panen. Namun dengan adanya penyakit ini jelas terancam gagal total” jelasnya. (823)