Revitalisasi Perkebunan Belum Optimal

KEPAHIANG, BE – Realisasi penyaluran kredit program revitalisasi perkebunan di sejumlah daerah termasuk di Kepahiang belum mencapai hasil optimal. Hal ini dikarenakan sulitnya warga memenuhi persyaratan pengajuan bantuan kredit program revitalisasi tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang Ir Ris Irianto mengungkapkan bahwa program tersebut dikoordinir langsung oleh Pemprov Bengkulu, sehingga Dishutbun kabupaten tidak mengetahui secara pasti persentase realisasi program tersebut.”Saat ini baru sebatas sosialisasi ke masyarakat untuk program itu. Lagi pula program ini masih lama, yakni hingga tahun 2014,” ungkap Ris Irianto.

Menurutnya, bank yang bekerjasama dalam penyaluran kredit revitalisasi ini yakni Bank BRI. Wilayah Kepahiang, bank yang ditunjuk yakni Bank BRI Curup.”Memang ada syarat-syarat khusus untuk bisa mendapatkan bantuan kredit revitalisasi ini, salah satunya memiliki lahan untuk pengembangan dan sertifikat, dalam hal ini BPN juga berperan membantu soalsertifikat lahannya,” katanya.

Dijelaskannya, program revitalisasi perkebunan di Kepahiang diarahkan untuk pengembangan kakao. Melalui program revitalisasi perkebunan tersebut, pemerintah pusat berharap dapat meningkatkan hasil perkebunan di Indonesia termasuk di daerah. “Ini sebenarnya program pemerintah pusat dengan tujuan pengembangan hasil perkebunan, baik kakao dan karet. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami lebih merekomendasikan kakao untuk di Kepahiang,” tandasnya.(505)