Retribusi Sarang Walet Baru 2 %

KOTA MANNA, BE – Sepertinya pemerimaan daerah dari sektor retribusi sarang burung walet sulit untuk memenuhi target. Pasalnya hingga kemarin realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut masih sangat rendah.

“Hingga hari ini (kemarin, red) perolehan PAD dari sarang burung walet baru mencapai 2 persen,” ujar Kabid Pendapatan DPPKAD BS Ir Susmanto MM kepada BE, kemarin. Ia mengungkapkan, jumlah target PAD untuk sarang burung walet tahun 2012 ini sebesar Rp 50 juta. Artinya, dari target itu hingga kemarin baru Rp 1 juta yang disetorkan ke kas daerah. Jadi masih tersisa Rp 49 juta lagi yang belum dibayarkan oleh wajib pajak.

Hal ini tentu menjadi tugas yang berat karena penyetoran PAD untuk tahun 2012 ini tinggal 3 bulan lagi. Dengan sisa waktu itu diharapkan para wajib pajak segera melunasi PAD tersebut. Sebab PAD dari burung walet ini merupakan salah satu sumber pembangunan di BS ini. “Kalau melihat tahun 2011 lalu PAD dari sarang burung walet capaiannya 10 persen yakni sebesar Rp 19 juta, dan mereka kebiasannya membayar pada akhir tahun,” kilahnya.

Sementara itu anggota DPRD BS Dodi Martian SHut MM kepada BE mengaku sangat prihatin atas rendahnya capaian PAD dari sarang burung walet tersebut. Sebab itu dia menyarankan perlu adanya  upaya jemput bola dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan dan ESDM BS untuk dapat menagih retribusi sarang burung walet itu kepada para pengusaha burung walet.

Selain itu dirinya juga menyoroti rendahnya target yang ditetapkan oleh Pemkab BS yang hanya menetapkan target Rp 50 juta untuk tahun 2012 ini. Karena di Kabupaten BS sudah banyak pengusaha sarang burung walet. Dia mengharapkan dinas terkait untuk kembali menggali potensi PAD dari jumlah sarang burung walet di BS tersebut.

“Rendahnya perolehan PAD sarang burung walet ini bukan hanya disebabkan oleh rendahnya kesadaran para pengusaha sarang burung walet, namun bisa juga karena dinas terkait yang kurang bekerja maksimal. Selain itu dinas terkait harus kembali menggali potensi yang ada untuk menambah jumlah target PAD yang sudah ditetapkan,” demikian Dodi Martian.(369)