Restorasi Sosial Kembalikan Jati Diri Bangsa

BENGKULU, Bengkulu Ekspress- Lunturnya nilai-nilai sosial di masyarakat dikhawatirkan dapat menjadi pemicu hancurnya persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu melakukan sosialisasi restorasi sosial melalui potensi sumber kesejahteraan sosial tenaga pendidik dan masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai-nilai jati diri bangsa agar nilai sosial di masyarakat semakin kuat.Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO SH MSi menyampaikan, restorasi sosial dewasa ini sangat penting untuk mengembalikan jati diri bangsa. Terlebih di tengah tren globalisasi informasi yang terjadi, restorasi sosial berperan penting dalam mengembalikan dan menjaga jati diri bangsa.



 “Restorasi sosial memiliki tujuan untuk mengembalikan nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang dikhawatirkan saat ini bisa memudar. Ini sangat penting, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa,” kata Iskandar dalam sosialisasi pelaksanaan restorasi sosial melalui potensi sumber kesejahteraan sosial tenaga pendidik dan masyarakatdi Madeline Hotel II, Kamis (11/4).

Ia berharap restorasi sosial ini bisa memulihkan dan mengembalikan posisi yang ideal dari jati diri bangsa tersebut. Karena hal tersebut sesuasi dengan amanah Presiden Joko Widodo dalam nawacita nomor 9 yaitu restorasi sosial.

Selain itu, restorasi sosial juga terdapat dalam Permensos Nomor 22 Tahun 2017.  “Kita bicara tentang restorasi sosial itu ibaratnya kalau komputer itu tiap hari pasti kita harus restart, sama seperti manusia, mereka juga harus di restart sehingga nilai-nilai yang ada di masyarakat yang merusak jati diri bangsa harus di restorasi sosial,” tutur Iskandar.

Untuk melakukan restorasi sosial tersebut, pihaknya menggandeng tenaga pendidik, Kodim, Korem dan mahasiswa agar dapat menyampaikan hal baik ke masyarakat. Sehingga berbagai nilai-nilai yang dapat merusak bangsa bisa di tangkal sejak dini.”Kita menggandeng banyak pihak untuk melakukan restorasi sosila supaya mereka mengemban dan menyampaikan kepada masyarakat,” harap Iskandar.

Ia menuturkan, setidaknya ada lima poin jati diri bangsa yang akan dijaga melalui restorasi sosial. Yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya sinergitas antar lini masyarakat dan pemerintah untuk menjaga kedaulatan jati diri bangsa. Kedepan, pihaknya akan terus mengupayakan ada tindak lanjut yang sifatnya berkelanjutan.

“Harapan kita ke depan tentu bisa berkelanjutan. Sehingga ada upaya untuk memperkuat jati diri bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof Rohimin mengatakan restorasi sosial menjadi hal yang sangat penting yang harus terus dilakukan ke masyarakat. Sehingga berbagai isu pemecah belah persatuan dan kesatuan bisa dicegah sejak dini. “Kalau restorasi sosial dilakukan maka negara ini akan kuat, kita harus mengingat jati diri bangsa ini, terbangun dari sikap yang peduli terhadap sesama,” tutupnya.(999/yt)