Resmikan Masjid At Taqwa Walikota Bantu 200 Sak Semen

Walikota H Helmi Hasan yang didampingi tokoh masyarakat saat melakukan peletakan batu pertama secara simbolis pembangunan masjid Taqwa, kemarin.
Walikota H Helmi Hasan yang didampingi tokoh masyarakat saat melakukan peletakan batu pertama secara simbolis pembangunan masjid Taqwa, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kerjasama masyarakat untuk membangun Masjid At Taqwa di Jalan Danau RT 06 RW 02 Kelurahan Jembatan Kecil Kecamatan Singaran Pati, mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bengkulu.

Sebagai bentuk apresiasi nya Walikota H. Helmi Hasan memberikan bantuan sebanyak 200 sak semen, sekaligus meresmikan pembangunan tersebut dengan peletakan batu pertama secara simbolis, kemarin (17/1).

“Alhamdulillah luar biasa pengorbanan warga jembatan kecil, khususnya para pengurus, dermawan Masjid At Taqwa ini, berkorban untuk orang banyak memindahkan masjid ke lokasi yang lebih aman,” kata Helmi.

Diketahui, pembangunan mesjid ini merupakan proses pemindahan dari lokasi lama. Selama ini, Masjid Taqwa ini berada di persimpangan Padang Harapan tepatnya di tepi lampu merah dari arah Jalan Danau. Hanya saja lokasi tersebut tidak berada di tempat yang representatif, karena tidak adanya lahan parkir serta tidak cukupnya luas halaman, dan juga terhalang oleh rumah warga dan sangat berdekatan di pinggir jalan.

Oleh sebab itu, mengingat banyaknya jamaah yang ingin melaksanakan ibadah, maka lokasi masjid tersebut di pindah tidak jauh dari sebelum, sehingga membuat suasana ibadah lebih nyaman dan tidak mengganggu arus lalu lintas dan bisa lebih aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Dalam kesempatan ini, Helmi mengharapkan agar seluruh pihak berperan untuk mendukung program Bengkulu menjadi kota religius. Dimana laki-laki baligh selalu melaksanakan sholat berjamaah di masjid 5 waktu, begitu juga dengan perempuan senantiasa menutup aurat.
Selain itu, bagi seluruh Kepala Keluarga senantiasa membangun keluarganya dengan nilai-nilai agama dan menebarkan sikap kebaikan kepada anak istri dan tetangga, sehingga tidak ada lagi keluarga yang tidak sakinah, mawaddah, warahmah. Begitu juga tidak ada lagi tetangga yang tidak rukun sehingga lambat laun Kota Bengkulu akan dibaluti dengan kedamaian keberkahan dan kesejahteraan.

Karena lanjut Helmi, kemajuan suatu daerah bukanlah semata-mata dilihat dari banyak pembangunan dan gedung tinggi pencakar langit, tetapi lebih ditentukan dengan akhlak mulai dari sesama manusia terkhususnya masyarakat Kota Bengkulu.

“Keberkahan yang kita inginkan adalah setiap rumah tangga sakinah mawaddah warohmah. Dan lahir anak-anak sholeh sholeha, hafiz hafizah, dai daiyah. Itulah tujuan dan maksud dari Bengkulu religius itu,” ungkap Walikota.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lembak, Zulkarnain Dali mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Pemerintah Kota yang sudah memberikan perhatian penuh terhadap masyarakat terutama menjalankan program Bengkulu religius. Pihaknya pun mengakui bahwa program Bengkulu religius sudah berhasil meskipun belum maksimal, setidaknya saat ini hampir disetiap masjid sudah mulai ramai dipadati jamaah, sehingga program tersebut dirasa cukup berpengaruh terlebih kepala OPD juga berperan dengan memberikan contoh dan mengajak minim warga disekitar tempat tinggalnya untuk meramaikan masjid.

Disisi lain, ia juga menjelaskan bahwa masjid Taqwa adalah icon sejarah setelah masjid Jamik, diketahui Masjid Taqwa memiliki Luas Bangunan 21,5 x 21,5 meter, dari luas lahan 1800m2.
“Masjid Taqwa sebelumnya telah melewati ambang batas garis sepadan pagar (GSP) sehingga masjid Taqwa harus di relokasi,” jelas Zulkarnain.

Tanah Masjid Taqwa di beli oleh pengurus masjid sekitar Rp 1 Miliar lebih, dana yang di peroleh sekitar Rp 800 Juta Bersumber dari donatur, masyarakat umum, Pemerintah, Swasta, dan pengurus masjid. Perkiraan pembangunan masjid membutuhkan sekitar Rp 3 milliar.

Dirinya menghimbau agar Walikota Bengkulu Helmi Hasan beserta Jajaran membantu pembangunan Masjid Taqwa Kel. Jembatan Kecil Kec. Singaran Pati tersebut. “Akhir 2018 atau awal 2019 kita sudah boleh sholat ied disini,” ujar Zulkarnain Dali. (805/adv)