Resmi Jabat Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Joni Marsius Diharapkan Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

FOTO RIZKA/BE – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Joni Marsius, Kepala TIM Advisior dan Pengembangan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra berfoto bersama Deputi Bank Indonesia Sugeng dan Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah usai upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu di Balai Semarak, Jumat (11/10/19).

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu mengalami pergantian kepemimpinan. Joni Marsius yang sebelumnya sebagai Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal resmi menggantikan Endang Kurnia Saputra. Endang kini menjabat sebagai Kepala Tim Advisior dan Pengembangan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Pergantian dilakukan pada upacara Pengukuhan Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Bengkulu digelar di Balai Semarak, Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Jumat, (11/10/19). Pengukuhan ini dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah, berharap Bank Indonesia dapat semakin meningkatkan perannya dalam mendorong dan meningkatkan perekonomian Provinsi Bengkulu. “Selama ini kerjasama antara BI dan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu sudah terjalin dengan baik, semoga dapat tercipta semakin erat serta dapat membawa dampak positif bagi kemajuan perekonomian Bengkulu yang adil dan merata,” ujar Dedy Ermansyah.

Pergantian pimpinan Bank Indonesia ini merupakan langkah yang sangat penting dan strategis. Langkah ini merupakan bagian transformasi kebijakan di Bank Indonesia guna mewujudkan visi Bank Indonesia yaitu menjadi Bank sentral yang berkontribusi nyata dan menjadi bank terbaik di emerging market.

Sementara itu, Deputi Bank Indonesia, Sugeng, mengatakan, perekonomian dunia saat ini sedang menurun, dampak dari perang perdagangan Amerika dan China yang belum reda sehingga menimbulkan dampak bagi perekonomian Indonesia.

“Saya memberi pesan kepada Pak Joni, bagaimana mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dengan mendirikan kawasan industri seperti CPO. Ekonomi elektronik fikasi yang masih belum optimal dan yang lain di bagian Pemda, yang mana pendapatan daerah masih kecil sehingga dapat lebih ditingkatkan lagi,” jelas Sugeng.

Selain itu, UMKM merupakan sumber pertumbuhan yang penting bagi Bank Indonesia. Di Indonesia terdapat 62 juta UMKM, Bank Indonesia sendiri memiliki beberapa binaan UMKM. Kedepannya, UMKM yang berpotensi ini harus diupgrade untuk ditingkatkan ke digital, dengan begitu mereka dapat menjual produknya secara online melalui e-commerce sehingga dalat mendorong ekspor Indonesia.(Kkj)