Reses Marliadi, Warga Bentiring Sampaikan Keberatan Rencana Pemindahan Makam

FOTO IMAN/ BE – Reses Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE di Kediamannya di Kelurahan Bentiring, Minggu malam (28/03).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Waka I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi SE menggelar reses pertama di tahun 2021 di kediamannya di Kelurahan Bentiring, Minggu malam (28/03). Dalam reses yang dihadiri masyarakat tersebut, beberapa usulan yang diungkapkan masyarakat dibahas dan ditampung untuk diteruskan ke eksekutif. Dari beberapa aspirasi masyarakat tersebut, persoalan rencana pemindahan makam di Bentiring dan perluasan perkantoran di Air Sebakul menjadi salah satu yang dikeluhkan masyarakat sekitar.

Ketua RT 15 Kelurahan Bentiring, Rudi Hartono yang mewakili warganya, menyampaikan keberatan tersebut dengan beranggapan jika alangkah baiknya perkantoran kota dikembangkan di Bentiring saja dengan lahan yang sudah tersedia. Serta penempatan makam di belakang kantor DPRD Kota dianggap tidak pas karena dapat mengurangi keindahan wilayah perkantoran yang ada.

“Sebenarnya masyarakat itu memang sangat mendukung program pemerintah kota untuk pengembangan perkantoran. Tapi keadaan kita pada saat ini masyarakat belum begitu mengharapkan untuk pemindahan itu. Karena kami Kelurahan Bentiring ini lagi-lagi menikmati indahnya Kelurahan ini. Ketika perkantoran berada di wilayah kita, pedagang-pedagang dengan ramainya UMKM bisa berkembang. Namun saat pemakaman dipindahkan di Kelurahan Bentiring, keindahan lingkungan kita berkurang,” jelas Rudi Hartono.

Ia menambahkan, kalaupun seandainya rencana itu harus memang dipindah, pihaknya berharap agar pemerintah membangun terlebih dulu di wilayah Bentiring. Setelah lahan yang ada di Bentiring dibangun, pihaknya mendukung adanya pengembangan perkantoran di tempat lain.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Marliadi mengatakan jika mendengar apa yang disampaikan masyarakat, rencana pemindahan makam dan perluasan perkantoran tersebut bukan hanya menjadi bahan diskusi di level eksekutif dan legislatif. Bahkan pembahasan tersebut sudah menjadi bahan diskusi ditengah masyarakat.

“Dari aspirasi masyarakat tadi, kita tahu bahwa hal tersebut juga sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Artinya tadi ada masyarakat menyatakan Mewakili warga, mereka tidak sepakat kalau dalam kondisi covid-19 seperti ini, kalau pemerintah segera untuk melakukan pengembangan perkotaan. Selain itu ada juga mereka melihat status wilayah, karena di sini katanya di wilayah perkantoran akan dijadikan pemakaman, ya masyarakat menolak tentunya apalagi lahan tersebut seperti yang disampaikan warga tadi dari 4 hektar itu yang bisa dimanfaatkan sekitar kurang lebih 2 hektar, yang lainnya rawa,” jelas Marliadi.

Terkait usulan tersebut Marliadi sebagai pihak legislatif mengatakan tentu pihaknya akan mendorong usulan tersebut, serta mendukung pengembangan kota namun harus sesuai kajian-kajian yang matang, sesuai porsi anggaran dan aturan-aturan yang berlaku. Menurutnya, sosialisasi untuk mendapatkan pemahaman masyarakat harus dimaksimalkan sehingga niat baik pemerintah tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Selain usulan, tersebut beberapa keluhan warga yang ditampung meliputi kurangnya pengadaan lampu jalan, lahan peternakan, drainase dan lain-lain. Marliadi mengatakan akan meneruskan serapan aspirasi-aspirasi masyarakat tersebut dalam pembahasan nantinya agar bisa terealisasi. (Imn/ adv)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*