Reses Anggota DPRD Provinsi, Dempo Xler: Orang Tua Keluhkan Kuota Internet Untuk Belajar Daring

IST/ BE – Reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sistem sekolah daring pada masa pendemi masih menjadi keluhan para orang tua. Beratnya pembelian kuota internet, menjadi beban utama, yang disampaikan masyarakat pada reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler.

Salah satu warga Padang Serai Kota Bengkulu, Acil Adriansyah mengatakan, biaya kuota internal cukup mahal, untuk sistem sekolah daring. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk memperhatikan permasalahaan baru tersebut.

IST/ BE – Warga sebagai peserta antusias mengikuti jalannya reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler.

“Belajar sistem online itu bagi orang tua yang mampu, tentu tidak begitu memberatkan. Bagi kami, dengan ekonomi pas-pasan ini tentu sangat berat untuk beli kuota internet,” terang Acil dalam reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler di Aula Jodipati Bengkulu, Kamis (6/8).

Dikatakannya, jika harus memilih, untuk sekolah sistem tatap muka menjadi pilihaan utama yang dipilih. Namun karena masih adanya wabah covid-19, masyarakat juga tidak bisa berbuat bayak, selain menghidari wabah tersebut.

IST/ BE – Reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler, banyak terima keluhan masyarakat khususnya orang tua terkait kuota internet untuk sekolah daring.

“Kalau masuk sekolah, justru biaya yang harus kami keluarkan kecil,” tuturnya.
Acil meminta baik itu pemerintah provinsi maupun kota, untuk bisa memberikan program internet gratis tersebut kepada murid-murid sekolah. Sehingga sistem sekolah daring itu, juga bisa berjalan maksimal.

IST/ BE – Foto bersama peserta reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler

“Minimal kami bisa dibantu. Jangan hanya diterapkan sistem, tapi tidak ada solusi lanjutan,” tambah Acil.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler mengatakan, untuk kouta internet gratis, pemerintah kota Bengkulu sudah memprogramkan hal tersebut. Tinggal lagi menanti realisasi dari program tersebut.

“Program kuota gratis ini sudah disiapkan walikota. Para orang tua pelajar bisa menikmatinya,” terang Dempo.

Untuk semua para orang tua siswa di Provinsi Bengkulu, menurut Dempo, pemprov bisa mengadopsi program pemda kota tersebut. Apalagi anggaran penanganan dampak wabah covid-19 sudah diketok palu. Artinya, tinggal direalisasikan untuk skala prioritas. Salah satunya untuk pendidikan.

“Saya harap, pemprov juga bisa menganggarkan juga. Nanti akan saya sampaikan hasil reses ini di sidang paripurna,” tuturnya.

Turunya ekonomi masyarakat ditengah pendemi ini memang menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Untuk itu, pemerintah juga harus membuat program langsung yang mengarah ke rumah tangga.

“Banyak program yang masih ngambang, belum jelas realisasinya. Ini menjadi masukan, untuk pemprov,” pungkas Dempo.

Diketahui, masa reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu masa sidang ke-ll tersebut dilakukan mulai 3 Agustus hingga 7 Agustus untuk menjaring aspirasi dari masyarakat di dapil masing-masing. Pada kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Dapil Kota Bengkulu Dempo Xler menyerap aspirasi di 2 kelurahan yakni pada Selasa (4/8) melakukan reses bagi warga di Kelurahan Padang Serai yang dilaksnakan di Jodipati hotel.

Kemudian, dihari berikutnya, Rabu (5/8) bagi warga Kelurahan Padang Harapan. Pada reses tersebut dilakukan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, dimana peserta reses dibagi 85 per kelurahan
dengan total 170 orang.(HBN/Adv)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*