Resedivis Bakar Rumah Mertua

RATU SAMBAN, BE – Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari kemarin, Warga Jalan Meranti Raya, Kelurahan Sawah Lebar heboh. Rumah warga setempat, milik H. Dini yang beralamatkan di Jalan Meranti Raya RT 13 RW 3 No 1 ludes terbakar. Tak ada yang tersisa, bangunan dan seisi rumah semuanya ludes. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Rumah milik H. Dini ini sengaja dibakar oleh menantunya sendiri Iskandar (45), Warga Kertapati Palembang. Pelaku pernah menikahi anak korban bernama Wiwik secara sirih beberapa waktu lalu. Kini pelaku yang seorang residivis tersebut telah diamankan di Polres Bengkulu.

Diungkapkan Menantu dari H Dini, Zulfan, bahwa Iskandar memang pernah menikahi Wiwik (25), adik iparnya. Namun pernikahan tersebut dilakukan dibawah tangan. Kemudian keluarga meminta agar Iskandar melakukan pernikahan sah secara agama, dan hukum yang berlaku.

“Pada Maret 2011, kami akan menguruskan NA untuk pernikahan Wiwik dan Iskandar. Saat itu motor Iskandar kita pinjamkan motor Hondas Supra X 125. Namun setelah itu Iskandar malah membawa kabur motor itu dan tak pernah muncul lagi. Tiba-tiba kemarin dia muncul lagi ingin mengajak Wiwik Kabur, namun Wiwik tidak mau,” ungkapnya.

Setelah mendapat penolakan dari Wiwik, pelaku tersulut emosi. Ia pun langsung membakar bagian belakang rumah mertuanya itu. Hingga api pun cepat membakar seluruh bagian rumah.

Mendapati rumahnya dibakar, korban dan keluarga mencoba memadamkan api itu sendiri. Sadar api tak bisa dipadamkan, akhirnya keluarga H. Dini mendatangi Pos PBK (Pemadam Bahaya Kebakaran) Pasar Minggu.  Namun petugas piketnya saat itu sedang terlelap tidur. Korban terus menggedor pintu PBK tersebut. Barulah sekitar pukul 02.00 WIB sebanyak 6 unit mobil PBK berdatangan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Namun saat petugas PBK itu tiba, rumah korban sudah ludes terbakar.  Selain rumah, terdapat bedengan 3 pintu yang saat kejadian sedang dihuni oleh para mahasiswa.

Setelah membakar rumah mertuanya itu, pelaku sempat mengajak lagi istrinya kabur,seraya mengancam Wiwik. Pelaku mengajak Wiwik bertemu di Panorama. Kesempatan itulah digunakan keluarga H. Dini untuk membekuk pelaku.

“Sebelum ke Panorama, polisi dan keluarga sudah berkumpul di rumah. Wiwik kami jadikan pancingan untuk menemui pelaku Iskandar, agar dapat ditangkap,” lanjutnya.

Iskandar yang ditangkap pada pukul 08.00 WIB kemarin. Ia pun langsung di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Ia kini menjadi penghuni baru tahanan Mapolres Bengkulu. “Aku dendam, karena ndak nikahi anaknyo idak dikasih izin. Malam itu aku bakar kursi ajo, bukan rumah. Mungkin jugo kalau nyambar,” ujar tersangka saat diwawancarai BE di Mapolres.

Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK, melalui Kasat Reskrim AKP Imam Wijayanto SIK, membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini tersangka sudah kita amankan, guna penyelidikan lebih lanjut. Tersangka juga pernah melakukan pencurian,” jelasnya. (160)