Replanting Sawit Terancam Gagal

sawit 1- istARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Program peremajaan (replanting) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang diusul oleh Dinas Perkebunan Bengkulu Utara terkhusus di daerah Desa Air Simpang, Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara, diduga terkesan dipaksakan dan terancam gagal. Hal ini dilihat dari kondisi kebun sawit di desa tersebut secara umum masih tergolong sawit yang masih muda dan belum cocok untuk direplanting.



Hal ini juga diakui salah seorang warga desa Air Simpang, Kamarus Zaman (42), yang merupakan salah satu mantan kelompok tani dan mantan kepala desa di desa tersebut.”Ya disini kebun sawitnya belum banyak yang tua, jadi belum bisa direplanting, ya saya bilang ini terkesan dipaksakan. Masyarakat disini tidak mau menebang sawit mereka yang masih muda,” kata Kamarus.

Ia menambahkan, kelompok tani dan pemerintah desa setempat sudah sering melakukan perkumpulan dengan saling berkoordinasi tentang program replanting tersebut, namun akhirnya warga banyak menolak saat akan dilakukan pengerjaan replanting, setelah mengetahui bahwa secara mekanisme replanting harus menebang batang sawit yang lama sebelum menanam sawit baru.

“ini juga karena pihak dinas kurang pengawasan, dan sewaktu survei lahan, mereka juga tidak terlalu mengecek secara keseluruhan lahan yang sudah masuk usulan replanting itu,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan Sasman SP saat dikonfirmasi mengatakan di Desa Air Simpang sudah masuk usulan sebanyak 800 hektar lahan sawit yang akan di replanting. Namun usulan-usulan terhadap lahan yang akan direplanting, diakuinya, belum melakukan verifikasi terhadap lahan tersebut, baik verifikasi Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara maupun ke Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu. “Jadi usulan itu kan diverifikasi dulu, dari Dinas Perkebunan kabupaten, kemudian verifikasi ke Dinas Perkebunan provinsi, baru kemudian verifikasi ke pusat,” tukasnya.(127)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*