Replanting Sawit Disambut Antusias

IST/Bengkulu Ekspress Proses replanting kelapa sawit.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pemerintah Provinsi Bengkulu tahun ini akan melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit (replanting) seluas 1.500 Hektare (Ha) di sejumlah kabupaten. Replanting tersebut dilakukan agar produktivitas tanaman kelapa sawit semakin baik.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan melalui Kabid Perkebunan, Ir Rasmawan MSi mengatakan, replanting tersebut untuk sawit masyarakat yang tidak produktif di sejumlah kabupaten, di antaranya Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Utara.

“Peremajaan tanaman sawit masyarakat tua di Bengkulu Utara dan Mukomuko sekarang ini sudah berjalan. Sedangkan di Seluma dan Bengkulu Selatan masih dalam tahap sosialisasi. Jika tidak ada kendala, dalam waktu dekat akan direalisasikan,” kata Rasmawan, kemarin (14/7).

Namun, Rasmawan tidak menjelaskan secara pasti luas tanaman sawit masyarakat yang akan diremajakan di masing-masing kabupaten sasaran tersebut. “Yang jelas, total tanaman kelapa sawit masyarakat yang akan kita remajakan pada tahun 2019 seluas 1.500 hektare,” ujarnya.

Peremajaan kebun sawit masyarakat yang tidak produktif lagi tersebut dibiayai pemerintah melalui dana APBN.  Besaran biaya peremajaan tanaman sawit rakyat ini disiapkan pemerintah sebesar Rp 25 juta per Hektare. Anggaran sebesar Rp 25 juta per ha yang disiapkan pemerintah tersebut untuk biaya pembersihan lahan, pembelian bibit, biaya penanaman dan biaya lainnya.

Dana tersebut langsung disalurkan Dinas TPHP Bengkulu ke rekening kelompok tani penerima program.Peremajaan kebun sawit rakyat ini dilakukan Dinas TPHP Bengkulu, guna meningkatkan produksi hasil panen sawit masyarakat ke depan.

Dengan meningkatnya produksi hasil panen, maka pendapatan petani akan meningkat, sehingga kesejahteraan petani akan membaik ke depan. Hal ini dilakukan karena sebagian tanaman sawit milik petani sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu sudah tidak produktif lagi karena usianya sudah di atas 25 tahun, sehingga perlu diremajakan lagi.

“Atas dasar inilah Dinas TPHP Bengkulu melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit rakyat di sejumlah kabupaten. Program ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya petani sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Tani Bengkulu, Muspani SH mengucapkan terima kasih kepada Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, yang sudah meremajakan tanaman sawit petani secara gratis. Hal tersebut tentu saja mampu meningkatkan hasil produksi kelapa sawit nantinya.”Saya berterima kasih kebun sawit petani sudah tua diremajakan lagi oleh Dinas TPHP Bengkulu dan biaya ditanggung pemerintah Rp 25 juta per Ha,” ujarnya.

Selain itu, ia mengaku tanpa ada bantuan dari pemerintah, petani tidak bisa melakukan peremajaan kebun sawitnya yang sudah berusia 25 tahun. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk membuat kebun baru tidak sedikit. “Jadi, saya benar-benar berterima kasih pada Dinas TPHP Bengkulu yang sudah meremajakan kebun sawit petani. Empat tahun ke depan kebunnya akan kembali panen dengan produktivitas tinggi,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*