Rencana Pembanguan Rel KA di Bengkulu Terkendala Status PD Bimex

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Rencana realisasi pembangunan rel kereta api, dari Pulau Baai Kota Bengkulu menuju – Padang Kabupaten Rejang Lebong yang akan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) saat ini masih terkendala status perusahaan daerah (PD) badan usaha Bengkulu Impor Expor (Bimex). Hal itu diakui Direktur Utama Bimex, Ir. Frentindo, Kamis (22/10).

“Saat ini status badan usaha Bimex inilah yang menjadi kendala. Karena sama-sama diketahui Peraturan Daerah (Perda) perubahan status ini belum rampung dibahas Pansus di DPRD Provinsi Bengkulu,” kata Frentindo, Kamis (22/10).

Frentindo mengatakan, meski begitu, kerjasama dengan sejumlah pihak untuk pembangunan proyek strategis nasional itu tetap terus dijajaki. PD Bimex sebagai investor yang dalam perjalanannya nanti tetap menggandeng investor dari luar.

Pihaknya, sambung Frentindo, mengikuti saran dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk melakukan komunikasi dengan PT. POS Group. Sedangkan dengan PT. Trans Rentang Nusantara (TRN) sudah dilakukan, yang sejauh ini telah tertuang dalam nota kesepahaman.

“Target kita Desember mendatang, kerjasama dengan PT. POS Group ini juga bisa dituangkan dalam nota kesepahaman,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembangunan rel kereta api ini termasuk proyek strategi nasional, maka dari itu pihaknya juga menargetkan dapat terealisasi segera. Dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 27 triliun. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*