Renah Semanek Bangun JSP

Kades Renah Semanek, M Halis
Kades Renah Semanek, M Halis

KARANG TINGGI, Bengkulu Ekspress – Memaksimalkan dana desa (DD) dari pemerintah pusat tahun 2018 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) telah melakukan musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes).
Dari kesepakatan bersama warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), disimpulkan bahwa target pembangunan pada tahun 2018 ini akan dilakukan pada 1 titik. Yakni pembukaan jalan sentra perkebunan (JSP) di Dusun I.

“Sesuai rencana, jalan perkebunan yang akan dibangun memiliki panjang 2,5 kilometer. Pengerjaan jalan nantinya baru sebatas pengerasan,” ungkap Kepala Desa (Kades) Renah Semanek, M Halis.

Diungkapkan dia, penentuan target pembangunan merupakan salah satu harapan masyarakat yang telah diinginkan sejak lama. Betapa tidak, sebagian besar warga yang bertempat tinggal di Desa Renah Semanek memang memiliki hamparan perkebunan. Baik karet, kopi dan sawit.

“Dengan adanya jalan yang memadai, diharapkan akses petani menuju lokasi perkebunan bisa lebih dipermudah. Selain itu, keberadaan akses jalan diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian. Dimana harga komoditi pertanian dipastikan juga akan meningkat,” tandasnya.

Selain JSP, beber Halis, pihaknya juga menyiapkan rencana cadangan yang dimungkinkan untuk direalisasikan pada tahun anggaran (TA) 2018 ini. Yakni pembangunan jalan lingkungan di kawasan pemukiman masyarakat.

“Jika anggaran masih tersedia, kami juga akan membangun jalan lingkungan. Ada sekitar 500 meter yang masuk dalam usulan warga,” imbuhnya.

Mempercepat penyaluran DD, ungkap Halis, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyampaikan syarat penyaluran DD tahap I tahun 2018 ini. Yakni peraturan tentang desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2018.

“Semua syarat sudah kita sampaikan. Saat ini, kami hanya tinggal menunggu transfer DD tahap 1 dari rekening kas umum daerah ke rekening kas desa. Setelah dana ditransfer, barulah kegiatan bisa kita mulai,” tandasnya. (135)