Remaja Kegemukan Rawan Kena Gangguan Pendengaran

SEBUAH studi baru menemukan bahwa remaja yang kelebihan berat badan lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran, dibandingkan dengan rekan mereka yang memiliki berat badan normal. Hasil penelitian di Pusat Kesehatan Columbia University itu menunjukkan bahwa remaja yang menderita obesitas, telah mengalami gangguan pendengaran di semua frekuensi.

“Ini adalah makalah pertama yang menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan gangguan pendengaran pada remaja,” kata Dr. Anil K. Lalwani, MD,¬† pemimpin penelitian sekaligus profesor pada Departemen THT/ Bedah Kepala dan Leher dari University of Columbia sepertidilansir laman Yahoonews, belum lama ini.

Studi ini menemukan bahwa obesitas pada remaja berkaitan dengan gangguan pendengaran sensorineural di semua frekuensi yang dapat didengar oleh manusia. Gangguan pendengaran sensorineural disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel rambut telinga dalam.

Rentang pendengaran normal manusia adalah dari 20 Hz hingga 20.000 Hz. Nah, orang yang memiliki gangguan pendengaran frekuensi rendah, tidak dapat mendengar suara pada frekuensi 2.000 Hz.

Akan tetapi, mereka masih dapat mendengar suara di frekuensi yang lebih tinggi. Seringkali mereka masih bisa mengerti ucapan manusia dengan baik, meski mungkin kesulitan mendengar di tempat bising. “Hasil ini memiliki implikasi penting bagi kesehatan masyarakat,” kata Lalwani.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa 80 persen dari remaja dengan gangguan pendengaran, tidak menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan pendengaran. Studi ini dipublikasikan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh American Laryngological, Rhinological and Otological Society.(fny/jpnn)