Rem Bus Naas Bagus

ERICK/BE
PERIKSA : Tim ahli dari Bidang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPRP) Kabupaten Lebong ketika memeriksa kondisi bus naas yang saat ini diamankandi Mapolres Lebong.

Lebong, bengkuluekspress.com – Untuk memastikan penyebab masuknya bus milik PO Putra Rafflesia yang disewa disewa PT Cakrawala Dinamika Energi (CDE) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) ke dalam jurang sedalam 10 meter di di Ketelang Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong. Kemarin (6/1), Sat Lantas Polres Lebong datangkan tim ahli dari Bidang Perhubungan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Dinas PUPRP) Kabupaten Lebong.

Dalam melakukan pemeriksaan, tim ahli dari Bidang Perhubungan Dinas PUPRP pertama kali melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rem, kampas rem, ban mobil serta unsur lainnya yang kemungkinan penyebabnya rem blong atau tidak. Diketahui dari stiker uji kir yang tertempel di badan bus, untuk masa berlaku uji berkala tertanggal 19 Juni 2019 dengan kata lain pada tanggal tersebut bus masih bisa dikatakan layak untuk dikendarai.

Dikatakan tim ahli dari Bidang Perhubungan Dinas PUPRP Kabupaten Lebong, Yasir Arafat, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan atau pnegecekan terhadap kendaraan, pihaknya tidak menemukan adanya kesalahan dari rem.

“Namun memang untuk masa uji mobil sendiri sudah habis masa berlakuknya,” jelasnya, kemarin (06/01).

Menurutnya, meskipun belum uji lanjutan, pihaknya memastikan bahwa mobil bus masih layak digunakan. Akan tetapi untuk memastikan kesalahan apakah memang benar pada rem, pihaknya kembali akan melakukan pemeriksaan lanjutan. “Untuk sementara hasil pemeriksaan rem bus masih bagus,” ujarnya.

Sementara Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur Sik melalui Kasat Lantas, IPTU Panehan WS mengatakan, bahwa memang dari hasil penyelidikan sementara bahwa mobil masih layak pakai dan sama pernyataan sopir bus. “Kita telah berkoordinasi dengan Bidang Perhubungan dan kita tinggal menunggu hasil resminya,” sampainya.

Dengan demikian, sambungnya, untuk kasus ini belum ada status hukumnya. Selain itu, lakalantas merupakan laka tunggal dan untuk korban merupakan karyawan perusahaan dan kemungkinan besar bisa dilakukan atau diselesaikan secara kekeluargaan. “Kita hanya ingin memastikan penyebabnya terjadinya lakalantas,” tutupnya.(614)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*