Relawan Demokrasi Harus Netral

Foto : Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ir Mulyadi

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) kepada seluruh relawan demokrasi yang telah direkrut, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Kabupaten Benteng Divisi Penyelenggaraan Pemilu, Ir Mulyadi menegaskan bahwa seluruh relawan pemilu harus bersikap netral. Mereka tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan yang menunjukkan keberpihakan kepada salah satu peserta pemilu. Baik partai politik, calon anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD RI serta calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Saya harap, semua relawan demokrasi bisa menjaga etika. Junjung tinggi netralitas sebagai bagian dari keluarga besar KPU Kabupaten Benteng. Perlu diketahui, setiap gerak-gerik relasi akan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),” tegas Mulyadi.

Selain itu, Mulyadi juga mengingatkan agar para relawan demokrasi atau biasa disingkat Relasi bisa menjalankan tugas secara kompak. Terutama dalam satu team atau kelompok yang telah ditentukan.

Mulyadi mengaku pihaknya sudah membagi 55 orang relawan untuk 10 basis. Meliputi, basis pemilih keluarga, basis pemilih pemula, pemilih pemuda, basis pemilih perempuan, basis pemilih disabilitas, berkebutuhan khusus, pemilih marginal, pemilih komunitas, pemilih keagamaan, serta relawan basis pemilih warga internet (netizen).

“Tetaplah jaga kekompakan atar sesasama relawan. Selain itu, sering-seringlah berkomunikasi dengan masyarakat dan melakukan tatap muka untuk menyampaikan misi-misi KPU dalam mempengaruhi masyarakat menggunakan hak pilih,” tandas Mulyadi.

Sementara itu, Komisioner KPU Benteng Divisi Data, Nora Agustin tak bosa mengingatkan, bahwa capaian partisipasi pemilu pada tahun 2014 lalu cukup memuaskan, yakni berada pada angka 88 persen. Dengan dukungan dari Relasi, Nora berharap agar angka partisipasi pemilih bisa mengalami peningkatan.

“Besar harapan kami agar relasi bisa pro aktif mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih. Mendukung hal itu, setiap Relasi juga harus memahami pentingnya Pemilu bagi masyarakat,” demikian Nora.(135)