Rel Molek Tergerus Longsor

APRI/Bengkulu Ekspress Warga memperbaiki rel molek yang tergerus longsor di Km 16.
APRI/Bengkulu Ekspress Warga memperbaiki rel molek yang tergerus longsor di Km 16.

NAPAL PUTIH, Bengkulu Ekspress – Derita yang dirasakan warga Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih kembali bertambah. Sebelumnya, kerusakan rel dan jembatan di berbagai titik membuat perjalanan kereta Motor Roli Ekspress (Molek) yang menjadi akses utama masyarakat keluar masuk desa terhambat. Kali ini, terjadi longsor sepanjang 25 meter di lokasi sunpit Km 16. Akibatnya, rel tertimbun material longsor membuat perjalanan menuju Desa Lebong Tandai membutuhkan waktu sekitar 10 jam lebih.

‘’Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya. Warga tidak bisa lagi berkata apa-apa, selain hanya melakukan perbaikan secara bergotong royong bersama-sama,’’ ujar Asmadi salah seorang pemandu wisata menuju Desa Lebong Tandai kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (18/3/2018).

Ia menambahkan, penyebab longsor lantaran hujan deras yang terjadi selama 3 hari terakhir. Akibatnya, debit air sungai meningkat dan gorong-gorong penahan rel ambruk dan tebing setinggi 10 meter longsor. Kemudian, tumpukan material longsor mencapai ketinggian 3 meter.

‘’Material longsor sudah dibersihkan masyarakat secara bersama-sama. Rel juga sudah diperbaiki seadanya. Namun, kondisi tanah yang masih labil, bisa saja menimbulkan longsor susulan jika terjadi hujan deras selama beberapa hari ke depan,’’ ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, peristiwa ini membuat akses transportasi satu-satunya menuju Desa Lebong Tandai menjadi semakin sulit. Karena, kondisi rel dan jembatan penghubung lainnya juga dalam keadaan yang rusak parah. Sedangkan, perbaikan dari pemerintah daerah, hingga saat ini belum ada.

‘’Akibat longsor itu, waktu tempuh menuju Desa Lebong Tandai bisa mencapai 10 jam. Itu waktu dalam kondisi cuaca yang bagus. Jika terjadi hujan, maka bisa lebih lama lagi. Padahal, sebelumnya waktu tempuh normal hanya 3 hingga 4 jam saja,’’ terangnya.

Ia mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) BU untuk perbaikan kondisi rel sepanjang 27 Km maupun rencana pembukaan jalan darat, sehingga kesulitan yang dialami masyarakat selama ini dapat teratasi.

‘’Walau longsor sudah diperbaiki warga secara gotong royong. Namun, itu hanya bersifat darurat, sehingga sangat rentan terjadi longsor susulan,’’ tuturnya.

Pemda Bengkulu Utara hingga saat ini masih memperjuangkan pembukaan jalan menuju Desa Lebong Tandai. Audiensi dengan PT Anugrah Pratama Inspirasi (API) yang memiliki izin pengelolaan hutan di Kecamatan Napal Putih dan sekitarnya masih dilakukan.

‘’Kita masih berusaha untuk dapat membuka jalan darat menuju Lebong Tandai, namun tidak menyalahi aturan yang ada,’’ kata Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian beberapa waktu lalu.(816)