Rel Kereta Api Terkoneksi Tiga Provinsi

KERETA API (4)
EKO/Bengkulu Ekspress
PAPARKAN: Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko saat melakukan pemaparan potensi kelayakan jalur kereta api di Provinsi Bengkulu, dalam sosialisasi studi kelayakan pembangunan jalur kereta api nasional di Splash Hotel Bengkulu, Kamis (30/8).

Kemenhub Lakukan Kajian di Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Jalur rel kereta api ke Bengkulu, tidak hanya akan terkoneksi dari Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong ke Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu saja. Namun rel kereta api itu akan terkoneksi ke tiga provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , Lampung dan Jambi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MM mengatakan, Kementeriaan Perhubungan (Kemenhub) saat ini sedang melakukan studi kelayakan rencana pembangunan rel kereta api tersebut.

“Kemenhub menginginkan seluruh akses koridor antar provinsi itu bisa dilalui kereta api,” terang Budi kepada Bengkulu Ekspress, usai mengikuti sosialisasi studi kelayakan pembangunan jalur kereta api nasional di Splash Hotel Bengkulu, kemarin (30/8).

Dijelaskannya, rencana rel kereta api dari Bengkulu terkoneksi ke 3 provinsi itu seperti Bengkulu ke Lubuk Linggau Sumsel, dari Linau Kabupaten Kaur ke Kabupaten Muara Enim Sumsel, Bengkulu ke Merangin Provinsi Jambi dan Linau Kabupaten Kaur ke Provinsi Lampung. Dalam uji kelayakan ini nanti akan dilihat rencana jalurnya dan tingkat kesulitan pembanguanannya.”Semua di kaji. Sehingga ketika dibangun memang sudah tempat,” paparnya.

Untuk rencana pembanguannya, Budi menegaskan itu menjadi kewenangan pusat, lantaran anggaran pembangunannya dari APBN. Namun terpenting, rencana pembangunannya itu sudah mulai dikaji. “Terpenting Kemenhub sudah mengkajinya. Tinggal lagi nanti, ketika sudah siap semua maka bisa mulai dibangun,” tambah Budi.

Saat ini, lanjut Budi, Bengkulu masih fokus untuk pembangunan jalur rel kereta api dari Pelabuhaan Pulau Baai ke Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong. Proses rencana pembanguan itu sudah masuk di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dalam pembaunannya nanti murni untuk investasi yang dilakukan oleh PT Trans Rentang Nusantara. “Masih di Bappenas. Target kita tahun depan, sudah mulai pembangunan,” paparnya.

Sementara itu, Kabag Perencanaan Sekretariat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Amin Hudaya mengatakan, beberapa aspek akan dilakukan kajian. Mulai dari kajian teknis transportasi, ekonomi, finansial dan lingkungan.

Tidak hanya itu, tim nantinya juga akan mengidentifikasi alinyeman jalur kereta api dan alternatif rute jalur kereta api terpilih. “Kita juga lakukan reaktivitas jalur Lebong Tandai ke Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara,” ujar Amin.

Agar jalur kereta api ini aman dari gangguan, maka tim juga akan melakukan identifikasi terhadap dampak lingkungan. Sehingga pembangunan tersebut tidak akan merusak lingkungan. “Mudah-mudahaan kajian ini nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga rencana pembangunan bisa kita lakukan,” pungkasnya. (151/adv)