Rektor Unib Lepas Puluhan Kura -kura

3.rektor-unib, Ridwan-Nurazi saat-melepas kura-kura-kedalam-kolam,BENGKULU, BE– Sedikitnya 48 ekor Kura-kura jenis Cuora Amboinensis yang biasa disebut juga dengan Kura Batok, dilepas di kolam milik Universitas Bengkulu (Unib) pada Jumat pagi kemarin. Pelepasan hewan langka itu dilakukan oleh Rektor Dr Ridwan Nurazi MSc didampingi Dekan FKIP Prof Dr Rambat Nur Sasongko dan direktur program pasca sarjana dan wakil dekan lainnya.
Dalam sambutannya Rektor Ridwan Nurazi menyatakan, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan para mahasiswanya dengan upaya pelestarian Kura-kura tersebut, dengan harapan spesies yang telah dilepaskan itu bisa terkoleksi dengan baik di Unib, dan kura-kura ini bisa menjadi icon konservasi di Unib.

Disisi lain, Dekan FKIP Prof Dr Rambat Nur Sasongko mengatakan, sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan para mahasiswanya, pelepasan Kura-kura ini sebagai bentuk kepedulian Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib dalam mendukung visi Unib sebagai universitas berkelas dunia, sekaligus menjadikan Kura-kura ini sebagai ikon Unib, yang berkosentrasi terhadap pendidikan konservasi alam. “Ini sesuai dengan program S2 IPA, yakni mempersiapkan sainstis dalam pendidikan, sehingga bisa memberikan sharing dan menyampaikan ilmunya pada anak didik dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Senada diungkapkan Direktur Program Pasca Sarjana (S2) IPA FKIP Unib, Dr Aceng Royani. Ia menuturkan, di Sumatera terdapat 15 jenis Kura- kura, dan baru dua jenis yang baru dikembangkan di Unib. Jenis pertama telah dikembangkan di kolam pintar dan ini merupakan kali kedua pelepasan Kura-kura. ” Ada 10 Kura-kura yang teridentifikasi dan akan menjadi target pengembangan kura-kura di Unib, dan tinggal delapan spesies lagi yang akan kita kembang biakkan,” kata Aceng. Dibeberkan Aceng, keberadaan Kura-kura saat ini cukup terancam karena lahan dan kerusakan lingkungan, sehingga untuk mendapatkan jenis Kura-kura sudah sulit. “Kura-kura yang dilepaskan merupakan hasil sumbangan para mahasiswa, yang dibebankan masing-masing mahasiswa satu Kura-kura, setelah berhasil dikumpulkan dan dikembangkan di Unib,” terangnya.

Kura-kura yang dilepas itu, telah diberitanda abjad. Dalam kurun waktu tertentu, Kura-kura yang telah dilepaskan itu akan dipantau agar perkembangbiakannya itu tidak terganggu. Ia berharap kerjasama semua pihak dalam pengawasan dan pengamanannya. Karena ini menjadi tugas bagi kita semua selaku warga kampus. “Saat siang hari Kura-kura akan naik ke darat dam mudah di tangkap. Untuk itu sosialisasi penting jika menemukan Kura-kura biarkan atau kembalikan kepada tempatnya. hanya rasa nyaman dan memberikan rumah aman bagi kuira-kura, sehingga terwujudlah konservasi bagi Kura-kura untuk berkembang biak,” tandasnya. (247)