Rektor: Peminat Unib Naik 5.000 Peserta

RIO-REKTOR UNIB PANTAU SBMPTN (3)BENGKULU, BE – Ribuan peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) menjalani ujian Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), di Universitas Bengkulu kemarin. Peserta yang mengikuti tes di Unib sebanyak 5.783 peserta. Dari jumlah itu ratusan orang tidak mengikuti ujian kemarin. Jumlah peserta SNMBPTN se-Indonesia mencapai puluhan ribu orang. Dari jumlah itu sebanyak 17 ribu peserta diantaranya memilih Unib. Peminat calon mahasiswa yang mau kuliah ditahun 2013 ini meningkat drastis sebanyak 5.000 peserta dibandingkatn tahun lalu hanya 17.000 peserta.
Rektor Unib Prof Ir Zainal Muktamar Msc PhD kemarin menyempatkan diri memantau pelaksanaan ujian SMBPTN. Ia memantau di Gedung Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD). Rektor menilai, ujian SMBPTN kali ini berjalan lancar. Bahkan kata dia, selama dia melakukan pantauan tidak ada satu pun laporan mengenai peserta yang bermasalah. Dia pun optimistis, tidak oknum peserta yang menggunakan jasa joki, karena peraturan ketat yang dilakukan panitia. “Sampai tadi saya lihat, Alhamdulillah lancar tidak ada kendala. Peserta yang terlambat juga bisa dikatakan enggak ada. Mereka juga mengikuti persyaratan yang sudah ditentukan. Soal itu (joki, red) sepertinya tidak ada, soalnya dilakukan penjagaan dan pengawasan ketat,” ucapnya.
Lanjut Zainal, dari informasi yang dia dapat. Lebih dari 17.000 orang memilih Unib, sebagai salah satu pilihan universitas yang diambil dalam SBMPTN kali ini. Dia pun merasa bersyukur, karena ada peningkatan dari tahun lalu. Berdasarkan data tersebut, persaingan untuk lolos SBMPTN ke Unib semakin besar, dengan perbandingan 1:17. Sebab, pada SBMPTN kali ini Unib hanya mampu menampung 1.004 calon mahasiswa. “Tadi kami dapat informasi, bahwa dari seluruh Indonesia banyak yang meminati kita. Jumlahnya lebih dari 17.000 orang. Ada peningkatan dari tahun kemarin, yang hanya 12.000. Sedangkan kalau yang disini ada 5.788 peserta yang ikut, tetapi mereka belum tentu memilih Unib,” terangnya.
Dalam pemantauan ini, rektor didampingi oleh wakil rektor, dan dekan fakultas. Tidak hanya itu, ada tiga orang yang datang dari tim Monitoring Evaluasi (Monev) SBMPTN bentukan panitia pusat
Pada ujian TPA, total ada 283 orang yang alpa, dengan rincian 76 orang dari saintek, 119 dari soshum, dan 88 orang dari campuran. Sedangkan pada ujian TKDU, yang dilakukan pada jam kedua. Sebanyak 278 peserta tidak hadir, yaitu 79 orang dari saintek, 117 dari soshum, dan 82 orang dari campuran.
Sekretaris Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN Yulian Fauzi MSi mengatakan, dari rekap data yang berhasil dihimpun. Masih ada peserta yang absen, dalam mengikuti ujian. Sedangkan mengenai pelaksanaan ujian tahun ini, dia mengatakan pihaknya menggunakan 17 gedung dengan 158 ruangan.
“Dari hasil pemeriksaan tadi, ada dua ratusan peserta yang tidak ikut. Sementara mengenai tempat, kita pakai 17 gedung dengan 158 ruangan. Sedangkan pengawas, ada 450 orang yang terbagi dalam 158 penanggungjawab ruangan dan 292 pengawas,” ujar Yulian kepada BE kemarin. memilih Unib,” terangnya.
Disisi lain, Peserta SBMPTN Rika Novitasari (18) yang berasal dari Bengkulu Tengah, mengaku sedikit khawatir dalam ujian kali ini. Pasalnya, waktu yang diberikan begitu terbatas, sehingga banyak soal yang tidak terjawab. Kendati demikian, dia tetap berusaha optimistis dan berharap, salah satu dari pilihan yang dia ambil, yaitu PGSD, Bahasa Indonesia, dan Manajemen mampu ditembus. “Tadi hanya bisa menjawab setengah dari 75 soal yang diberikan. Tetapi saya tetap harus yakin, mudah-mudahan ada salah satu pilihan saya lolos. Apalagi dari kemarin sudah belajar, untuk mempersiapkan ujian SBMPTN sekarang,” jelasnya. (cw6)