Rektor Akui Ada Selisih Saldo Keuangan Unib

BENGKULU, BE – Adanya aksi corat-coret dinding di berbagai gedung belajar Universitas Bengkulu oleh oknum tak bertanggung jawab Hari Kamis (20/9) lalu, mendapat perhatian serius Rektor Zainal Muktamar,P.Hd.
Tulisan yang membuka adanya ketidakberesan pengelolaan keuangan Unib senilai Rp 5 miliar itu dibenarkan oleh Zainal Muktamar. Rektor 2 periode ini mengakui adanya selisih saldo di keuangan Unib. Menyikapi masalah ini Rektor Zainal Muktamar menyatakan diriny telah meminta Tim Auditor Internal melakukan audit terhadap keuangan kampus yang terletak di kawasan Kandang Limun ini.
“Untuk itu kita masih menunggu hasil audit. Karena kegiatan Unib itu sendiri banyak sekali. Kalaupun auditnya sudah selesai dilaporkan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Rektor.
Mengurai masalah ini, Zainal membeberkan ada pegawai Unib yang dulunya pernah menjabat sebagai bendahara. Pegawai ini sudah tidak masuk kerja selama enam bulan terakhir. Inilah akar masalah keuangan Unib ini. Orang yang paling paham mengenai aliran dana di Unib, ya bendahara bersangkutan. Sikap bendara yang tak  lagi masuk kerja itu telah melanggar PP No 53 tentang aturan PNS.  Unib pun telah memberikan sanksi tegas pada bendara tersebut. Gaji yang bersangkutan sudah distop. Unib juga telah melayangkan surat peringatan pada bendahara tersebut, namun tidak juga digubris. Bila sang bendahara itu tidak juga menunjukan itikad baiknya, Rektor menyatakan bakal mengusulkan pemecatan tidak hormat terhadap yang bersangkutan.
Lalu siapa yang bersalah dan bertanggung jawab?
Menanggapi pertanyaan ini, Zainal Muktamar menyatakan tidak bisa menuduh secara langsung. Karena perlu proses pembuktian, kalau sudah terbukti barulah sanski dijatuhkan mulai dari sanksi ringan, sedang hingga berat. Tergantung kesalahan yang telah dilakukan.
“Ini  perbedaan saldo, masih menunggu hasil auditor internal. Untuk saat ini Unib masih konsen pada perbaikan untuk kedepannya,” pungkas Zainal. (117)