Rekonsiliasi Tunggu Real Count KPU

caleg
Foto : Ist

JAKARTA, Bengkulu Ekspress– Rekonsiliasi antara kubu Joko Widodo dengan Prabowo Subianto tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Sebab, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut sebaiknya menunggu selesainya penghitungan perolehan suara pilpres (real count) oleh KPU.

Jokowi sebenarnya telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai utusan untuk bertemu Prabowo. Pertemuan tersebut sejatinya bertujuan untuk rekonsiliasi pascapilpres. Sempat beredar kabar bahwa pertemuan berlangsung kemarin. Namun, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menegaskan bahwa Prabowo masih sibuk memantau rekapitulasi form C1 pemilu di level internal. Menurut dia, saat real count belum selesai, belum waktunya dilakukan pertemuan dengan Jokowi atau utusannya.

Andre menyatakan, pertemuan itu kemungkinan tidak akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. ”Jadi, acara Pak Prabowo yang di-share kepada kami adalah acara internal, memantau perkembangan C1. Sekarang rekapitulasi lagi berjalan terus di seluruh kecamatan, mudah-mudahan cepat selesai dan Pak Prabowo memantau itu,” kata Andre di Jakarta kemarin.



Menurut Andre, Prabowo juga memiliki banyak agenda pertemuan dengan para tamu. Pertemuan itu dilakukan di kediaman Prabowo di Hambalang maupun di Kertanegara. Jika memang ada utusan Jokowi yang ingin bertemu, menurut dia, waktunya belum tepat. ”Kalau mau pertemuan nanti saja selesai perhitungan real count. Kalau sekatang masih perhitungan C1, jadi nanti saja. Jadi bukan menolak bertemu, belum saatnya saja,” ujarnya.

Andre menambahkan, hasil real count KPU akan muncul pada 22 Mei. Sisa waktu menuju tanggal itu hanya berjarak satu bulan. Karena itu, sebaiknya kubu 01 bersabar menunggu sambil ikut memantau proses rekapitulasi suara pilpres. ”Pada waktunya kita akan silaturahim, bisa saja dalam waktu kurang dari satu bulan ada pertemuan, jadi tidak perlu dibesar-besarkan sampai perlu ada pertemuan segera,” jelasnya.

Andre juga mendengar kabar adanya ormas Islam yang bersedia menjadi mediator pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Salah satu yang sudah menyampaikan hal itu adalah Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Andre mengaku mengapresiasi hal itu. Namun, dia tetap menegaskan bahwa pertemuan sebaiknya dilakukan setelah 22 Mei.

Di sisi lain, Ketua TKN Jokowi – Ma’ruf, Erick Thohir mengatakan, dirinya tidak tahu menahu terkait rencana pertemuan Luhut dengan Prabowo. “Bukan domain saya,” ucap dia usai acara tasyakuran kemenangan di The Pallas SCBD kemarin (21/4).

Dia justru mengaku bingung jika ditanya sesuatu yang tidak ia tahu. Erick mempersilakan para wartawan bertanya kepada pihak yang mengetahuinya. Bos Mahaka Group itu menegaskan, dirinya tidak tahu apakah sudah ada pertemuan atau belum. Dia hanya fokus mengurusi TKN.

Terkait komunikasi antara TKN dengan BPN, pengusaha muda itu mengatakan, komunikasi antara dua tim sukses berjalan dengan baik. “Saya dengan saudara saya, sahabat saya. Komunikasi kami baik,” terangnya. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan BPN pada saat yang tepat. (bay/lum/oni)