Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti

Awal Efli S Sos

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Banyaknya aset yang menjadi temuan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) yang tidak jelas hingga menyebabkan Bengkulu Selatan (BS) selalu meraih opini predikat wajar dengan pengecualian (WDP). Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Bengkulu Selatan, H Sepuan Yunir S Sos Msi melalui Kabag Aset, Awal Efli S Sos mengaku, masalah aset tersebut saat ini terus ditelusuri. “Apa yang menjadi rekomendasi BPK RI, saat ini terus kami telusuri,” katanya.

Awal Efli mengatakan, dari LHP BPK banyak aset Bengkulu Selatan yang menjadi temuan yang tidak jelas keberadaannya seperti kendaraan dinas, tanah dan juga aset lainnya. Berdasarkan rekomendasi tersebut, saat ini sebagian aset sudah berhasil ditelusuri. “ Untuk kendaraan roda empat dan roda dua sudah ada sebagian yang kami temukan dan kami tarik,” ujarnya.

Dikatakannya, kendaraan roda empat sudah berhasil ditemukan sebanyak 11 unit dan sepeda motor ada 4 unit. Saat ini masih ada beberapa lagi mobil dinas dan motor dinas yang masih ditelusuri keberadaannya. “ Kepada pemegang kernas tersebut kami minta segera kembalikan ke pemda BS, sehingga tidak lagi menjadi temuan BPK,” imbaunya.

Awal Efli menambahkan, jika nanti masih juga ada kernas yang belum jelas keberadaannya, maka pemda BS akan memblokir pembayaran pajak kendaraan tersebut. Sehingga nanti, pemiliknya tidak dapat bebas mengendarainya. Sebab pajaknya tidak dibayar lagi. “ Ke depan, kami akan upayakan pemblokiran pembayaran pajak kernas yang belum jelas keberadaannya,” tandas Awal Efli.

Selain itu juga, Awal Efli mengimbau warga BS, jika melihat ada kendaraan dinas dipakai oleh orang yang tidak tepat, agar segera melapor ke pihaknya. Sehingga kernas tersebut dapat ditarik. Hal itu dilakukan, sambung Awal Awal Efli untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Sebab, jika tidak jelas peruntukannya dikhawatirkan nanti kembali menjadi temuan. Pasalnya pihaknya bertekad, agar masalah asat tidak lagi menjadi temuan dan tidak menjadi menghalagi BS untuk meraih opini WTP. “ Kami berkomitmen menuntaskan masalah aset tersebut, agar ke depan BS bisa meraih predikat WTP,” terang Awal Efli. (369)