Rekening “Dirut” PT MIW Diblokir

GARIS POLISI: Kantor Travel Umroh PT Madinah Iman Wisata (MIW) di Jalan Jati masih dipasang garis polisi pasca digeledah penyidik Dit Reskrimum Polda Bengkulu.
GARIS POLISI: Kantor Travel Umroh PT Madinah Iman Wisata (MIW) di Jalan Jati masih dipasang garis polisi pasca digeledah penyidik Dit Reskrimum Polda Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Setelah menetapkan FM Dirut gadungan PT. Madina Iman Wisata (PT MIW) sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penipuan jemaah umrah, Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu langsung melakukan pemblokiran sejumlah rekening milik FM. Ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak FM sehingga memudahkan untuk dilakukan penangkapan. Hanya saja saat dikonfirmasi terkait jumlah rekening milik FM yang diblokir dan jumlah uang yang berada didalam rekening tersebut, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung SH MHum melalui Dir Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Haryono SH, enggan menyebutkan. Dir Reskrimum hanya mengatakan, semuanya masih dalam penyelidikan intensif.

“Selain melakukan penyitaan sejumlah barang bukti, rekening atas nama FM sudah kita blokir. Jumlahnya ada berapa rekening dan isinya berapa masih kita dalami,” jelas Dir Reskrimum, Rabu (28/2).

Status dua orang pegawai PT MIW, yakni Mince tenaga Administrasi PT MIW dan Atok pembimbing calon jemaah belum berubah. Mereka masih menjadi saksi, belum ditetapkan tersangka. Meski sejauh ini dua saksi tersebut tidak menerima apa-apa dari kasus penipuan jamaah umrah, penyidik terus mendalami keterlibatan pagawai PT MIW tersebut. Dir Reskrimum menyarankan untuk masyarakat yang merasa dirugikan oleh PT MIW terkait perjalanan umrah bisa mendatangi Polda Bengkulu. “Masih kita dalami keterlibatan dua pegawai PT MIW,” imbuh Dir Reskrimum.

Dari penyidikan dan keterangan saksi, semua uang dari calon jamaah yang belum berangkat mengalir ke FM. Tetapi berapa jumlah pasti uang yang mengalir kepada FM belum jelas. Begitu juga digunakan untuk apa uang tersebut oleh Fuad masih didalami.

Tidak heran jika dalam kasus penipuan ini sudah terbukti pelanggarannya dan siapa yang harus bertanggung jawab. Karena yang dialami korban sama, mereka mentransfer sejumlah uang setelah dijanjikan melaksanakan ibadah umrah oleh FM yang mengaku Direktur PT MIW. “Jumlah dan digunakan untuk apa uang itu kita belum tahu, makanya kita kejar dulu si FM ini. Setelah dapat nanti semuanya akan jelas. Saya juga minta kerja sama lah dengan pihak keluarga FM,” tegas Dir Reskrimum.