Rejang Lebong Bakal Kembangkan Pisang Lokal


Ist/BE
Tim dari BPTP dan Balitbu saat melakukan penelitian pisang di Kabupaten Rejang Lebong belum lama ini. Dari penelitian tersebut BPTP Bengkulu akan melepas varietas pisang lokal Rejang Lebong secara nasional

CURUP, Bengkuluekspress.com– Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong akan mengembangkan pisang varietas lokal Kabupaten Rejang Lebong. Pengembangan pisang lokal tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Achmad Syafriansyah ST mengungkapkan jenis pisang yang akan mereka kembangkan tersebut adalah Pisang Ambon HJ Kuning.
“Pisang ambon jenis HJ kuning ini berbeda dengan pisang ambon lainnya karena memiliki aroma yang harum dan rasa yang harum dan pisang ambon jenis ini memang khas Rejang Lebong,” terang Achmad.

Rencana pengembangan pisang lokal Rejang Lebong tersebut, menurut Achmad Syafriansyah setelah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu akan melepas pisang ambon HJ Kuning secara nasional. Karena menurutnya bila sudah dilakukan pelepasan secara nasional maka pisang tersebut sudah diakui milik Rejang Lebong kemudian bisa dilakukan pembibitan secara massal.
“pisang ambon HJ Kuning ini sudah memiliki tanda daftar varietas dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan RI sejak tahun 2018 lalu,” papar Achmad.

Hanya saja menuru Achmad, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong belum melakukan pengembangan selain karena keterbatasan anggaran yang ada di Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong juga karena belum dilepas secara nasional.
Lebih lanjut Achamd menjelaskan, rencana pelepasan pisang ambon khas Rejang Lebong ini, setelah pada akhir November 2020 lalu, BPTP Bengkulu dan Balai Penelitian Tananam Buah (Balitbu) Padang melakukan penelitian potensi pisang lokal yang ada di Rejang Lebong.
“Dalam penelitian tersebut, Balitbu dan BPTP juga menemukan pisang janur di Bermani Ulu,” papar Achmad.
Pisang Janur tersebut, menurut Achmad ditemukan di Desa Purwodadi Kecamatan Bermani Ulu. Hanya saja pisang tersebut tidak bisa dimakan. Namun sampel dari pisang tersebut yang terdiri dari buah, jantung dan batang pisang mereka bawa untuk diteliti.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*