REI Optimis 5.000 Rumah MBR


RIO/Bengkulu Ekspress Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu optimis bisa merealisasikan target pembangunan 5.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2018.
RIO/Bengkulu Ekspress Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu optimis bisa merealisasikan target pembangunan 5.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2018.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu optimis bisa merealisasikan target pembangunan 5.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2018. Bahkan sejak Januari hingga April 2018, REI Provinsi Bengkulu sudah berhasil membangun rumah subsidi mencapai 1.758 unit.

“Memang hingga April lalu, realisasi masih 1.758 unit, tetapi di semester II dipastikan banyak terealisasi karena sejumlah pengembang anggota REI sudah mulai membangun rumah MBR,” ujar Ketua Dewan Pengurus Daerah REI Bengkulu, Taman SE, kemarin (22/5).



Keyakinan rumah MBR itu terealisasi karena selain permintaan cukup besar, pemerintah juga memberi dukungan kuat untuk pembangunan rumah subsidi tersebut. Bentuk dukungannya yaitu dengan ditandatangani Perwal terkait perizinan sebagai tindak Ianjut dari PP No. 64 tahun 2014 tentang Pembangunan Perumahan MBR.

“Bentuk dukungan tersebut tentunya membawa dampak positif bagi daerah karena dengan terbangunnya rumah MBR maka tingkat kesejahteraan di daerah semakin tinggi,” kata Taman.

Beberapa dampak positif yang bisa dipetik dari pembangunan rumah MBR ini terutama mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah. PAD tersebut dalam bentuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan retribusi IMB.

“April lalu saja secara otomatis tercipta wajib pajak baru sebanyak 1.800 orang yang akan berkontribusi terhadap PAD,” terang Taman.

Selain mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap PAD, pembangunan rumah MBR ini juga akan menciptakan kawasan ekonomi baru dimana proses pembangunan rumah akan langsung menurunkan tingkat kriminalitas dan menyerap tenaga kerja mencapai 5.000 orang, dan ikut menciptakan multiplier effect ekonomi lain dengan menggeliatnya kegiatan bisnis di masyarakat seperti pembangunan pabrik batu-bata sentra-sentra penjualan kusen, koral, batu, termasuk percepatan pabrik pengantongan Semen Padang.

“Multiplier effect ekonomi yang dihasilkan dari pembangunan rumah MBR ini sangat besar bagi daerah,” jelas Taman.

Tidak hanya itu, pembangunan rumah MBR sebanyak 1.758 unit lalu telah memberikan perputaran uang yang luar biasa yaitu mencapai Rp 199 Miliar. Perputaran uang sebanyak itu, jelas membuat perekonomian didaerah semakin baik karena seluruh sektor akan terkena efek multiplier tadi. “Mengingat dampaknya begitu besar terhadap ekonomi daerah, sampai akhir tahun 2018 REI Bengkulu akan merealisasikan pembangunan 5.000 unit rumah subsidi,” imbuh Taman.

Dengan realisasi pembangunan rumah subsidi sebanyak 5.000 unit hingga akhir tahun, sehingga kurang lebih tersisa 3.000 unit lagi, yang dipastikan akan mampu memunculkan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu.

“Penuntasan 5.000 unit rumah ini merupakan bentuk dukungan kepada Program Pemerintaah Pusat dan semoga bisa terealisasi mencapai target,” tutup Taman.(999)