Rebutan Pacar, Leher Digorok

Saari tak sadarkan diri RSUD M YUnus (1)BENGKULU, BE – Diduga gara-gara berebut pacar, Saari (32), warga Jalan Almukaromah RT 10 RW 03 Kelurahan Panorama, Singaranpati, Kota Bengkulu, nyaris tewas. Hal itu disebabkan lehernya digorok menggunakan pisau oleh Ro (28), warga Jalan Salak 5 Kelurahan Padang Nangka, Singaranpati, Selasa (14/10) dini hari di kawasan Pasar Panorama, Kota Bengkulu.
Akibat peristiwa yang terjadi sekira pukul 1.30 WIB dinihari itu, Saari harus dilarikan ke UGD RSUD M Yunus Bengkulu, karena lehernya nyaris putus. Sementara itu, lawannya Ro, juga terluka, namun tidak begitu parah. Ro sudah diamankan di Mapolsek Gading Cempaka.
Kapolres Bengkulu, AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH melalui Kapolsek Gading Cempaka, AKP Hadi Saputra SIK mengungkapkan, dari keterangan Ro, peristiwa itu berawal ketika Saari mendatangi Ro dengan membawa senjata tajam. Ia menuding Ro merebut pacarnya, lalu menantang Ro duel. “Kalau keterangan R, S itu datang bawa senjata menantang dia untuk duel. Karena S mengatakan R merebut pacarnya,” terang Kapolsek.
Namun demikian, kata Kapolsek, pihaknya tidak begitu saja percaya dengan keterangan Ro. Mereka akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang lain, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap motif sebenarnya dalam perkelahian berdarah itu. “Keterangan saksi-saksi yang dapat dibenarkan, sebab kedua belah pihak bisa saja melakukan pembelaan masing-masing,” ungkap Kapolsek.
Sementara itu, pasca perkelahian itu, kondisi Saari masih tidak sadarkan diri di kamar nomor 9 Ruang Seruni RSUD M Yunus. Sedangkan Ro menjalani perawatan di RS DKT. “Keduanya kita amankan, untuk pengobatannya terpisah, S kita bawa ke M Yunus, sedangkan R kita obati di RS DKT,” kata Kapolsek.

\\Tak Tahu Persoalan
Sementara itu, Ibrohim (60), ayah Saari ketika dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui peristiwa yang menyebabkan anaknya tersebut mengalami koma di rumah sakit. “Setahu saya anak saya buruh angkut di pasar, saya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Dapat kabar anak saya sudah di rumah sakit,” katanya.
Bahkan Ibrohim mengaku tidak mengetahui lawan yang menggorok leher Saari, sehingga lelaki itu nyaris tewas.
Luka robek di leher Saari cukup parah, hingga mendapatkan 6 jahitan. Selain itu, jari-jari tangan korban juga nyaris putus diduga karena sabetan senjata tajam. Sedangkan untuk Robet sendiri, mengalami luka tusuk di bagian pinggang kanan, ketiga jari tangan kanan nyaris putus.(320)