Realisasi E-KTP 54,08 Persen

KEPAHIANG, BE – Domisili warga Kepahiang yang jauh dari pusat pemerintahan kecamatan menjadi salah satu kendala pada program pembuatan KTP elektronik (e-KTP). Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kepahiang Su’urdi, S.Sos kondisi tersebut ditindaklanjuti dengan menuntut pemerintah kecamatan untuk lebih proaktif. “Data terakhir hingga Desember 2011, jumlah warga yang telah melakukan rekam data sebanyak 54,08 persen atau telah mencapai 56.446,” katanya. Pada penyelenggaraan e-KTP yang dimulai Oktober 2011 bisa mencapai 54,08 persen hingga Desember 2011. Ia meyakini bisa menyelsaikan pembuatan e-KTP di Kepahiang. “Kami mulai melakukan rekam data dari Oktober dan sekarang sudah 54,08 persen, belum lagi data yang Januari ini. Jadi, perpanjangan hingga April mendatang saya rasa bisa selesai,” imbuh Su’urdi. Dikatakannya, karena kebanyakan penduduk Kepahiang bermatapencaharian sebagai petani, maka rutinitas mereka lebih banyak dilakukan di kebun yang jauh dari desa. “Banyak warga yang di talang-talang dan jarang sekali pulang, itu menjadi masalah tersendiri. Namun, pemerintah kecamatan ada yang mau proaktif dan berencana melakukan rekam data ke lokasi warga,” lanjut Su’urdi. Su’urdi juga optimis jika perpanjangan pembuatan e-KTP hingga April mendatang dapat terselesaikan. Selain itu, karena masih ada warga yang mengaku belum terdata juga dilakukan pendataan ulang. “Masih ada yang mengaku belum mendapat undangan dan belum terdata, pada 2012 ini dipastikan bisa terselesaikan,” sampai Su’urdi. Diterangkan Su’urdi, Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 471.13/5079/SJ yang diberlakukan bagi 197 kabupaten/kota hingga 30 April 2012 tersebut harus terealisasi maksimal. “Tentu ini menjadi tanggung jawab kami agar semua warga bisa memiliki e-KTP, karena akan memudahkan berbagai realisasi penyelenggaraan Pemilu dan mencegah adanya identitas ganda,” ujar Su’urdi.(505)