Realisasi BPNT Mencapai 91,02 %

Ary. Launching BPNT (1)
Foto : IST

CURUP, Bengkulu Ekspress– Proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Rejang Lebong saat ini sudah mencapai 91,02 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Effendi SE MM.



“Hingga saat ini penyaluran BPNT untuk bulan Juli sudah mencapai 91,02 persen,” sampai Zulfan, saat dikonfirmasi Rabu (25/7) kemarin.

Dengan realisasi tersebut, maka menurut Zulfan, dari 17.331 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Rejang Lebong sudah ada sebanyak 15.774 KPM yang telah mencairkan program BPNT dibulan Juli 2018 ini. “Mereka yang belum mencairkan BPNT ini disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari belum menerima kartu hingga masih dalam proses validasi dan verifikasi oleh petugas,” sampai Zulfan.

Dijelaskan Zulfan, proses pencairan BPNT ini sendiri dilakukan di 156 desa dan kelurahan yang ada di 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong. Pencairan BPNT sendiri dilakukan melalui 10 e-Warong, sembilan RPK binaan Bulog Sub Divre Rejang Lebong dan puluhan agen BRILink binaan BRI Kantor Cabang Curup.

Lebih lanjut Zulfan menjelaskan, program BPNT ini sendiri merupakan program pengganti dari beras sejahtera (Rastra) atau Raskin. Dimana dalam program ini penerima BPNT diberi voucer senilai Rp 110 ribu per bulannya. Dimana voucer tersebut akan ditukar dengan bahan pangan yaitu beras dan telur. Dimana pengambbilannya bisa dilakukan melalui e-Warong, RPK maupun agen BRILink.
Sementara itu, untuk proses pendistribusian sendiri, Zulfan mengaku hingga saat ini belum ada kendala yang mereka temui. Namun menurutnya, meskipun tidak ada kendala, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait dengan penyaluran BPNT di Kabupaten Rejang Lebong.

Disisi lain, untuk mengantisipasi adanya persaingan antara, e-Warong, RPK dan agen BRILink dalam penyaluran BPNT ini. Zulfan mengaku pihaknya masih mencari solusi yang pas sehingga tidak terjadinya rebutan nasabah atau KPM antara e-Warong, RPK dan agen BRILink.

Masih menurut Zulfan, pada awalnya BPNT ini akan disalurkan melalui e-Warong yang dikelola oleh warga melalui kelompok usaha bersama. Hanya saja karena terbatasnya e-Warong di Kabupaten Rejang Lebong sehingga dalam penyaluran BPNT juga memanfaatkan RPK dan Agen BRILink.

“Kita masih mencair solusi agar kedepannya tidak terjadi konflik diantara para penyalur, kita ingin e-Warong bisa berjalan dengan maksimal, hanya saja dengan keterbatasan modal e-Warong sehingga saat ini belum berjalan dengan maksimal,” demikian Zulfan.(251)