Realisasi Belanja 95 Persen

ASRI/BE
SERAHKAN: Bupati BS menyerahkan Buku LKPJ APBD tahun 2019 kepada ketua DPRD BS usai sidang paripurna, Selasa (9/6).

KOTA MANNA, Bengkuluekspress.com – Bupati Bengkulu Selatan ( BS), Gusnan Mulyadi SE MM mengklaim, realisasi belanja Kabupaten BS pada tahun anggaran 2019 tinggi. Sebab capaiannya lebih dari 90 persen.

“Untuk realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) BS 2019 mencapai 95,19 persen,” katanya saat penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2019 saat sidang paripurna DPRD BS, Selasa (9/6) pagi.

Dikatakan Gusnan, pada tahun 2019, belanja BS ditargetkan sebesar Rp 1,06 triliyun. Kemudian dalam pelaksanaannya hingga tahun anggaran 2019 berakhir, realisasi belanja BS mencapai 95,19 persen atau sebesar Rp 1,01 triliyun. Rinciannya belanja pegawai targetnya Rp 415,7 juta, terealisasi sebesar Rp 401,2 juta atau 96,2 persen, lalu belanja barang dan jasa ditargetkan sebesar Rp 247,7 juta, terealisasi Rp 236,6 juta atau 95,53 persen. Belanja hibah yang dianggarkan sebesar Rp 13,09 miliar, teralisasi Rp 12,3 miliar atau 94,33 persen.

Belanja sosial dianggarkan Rp 4,7 miliar, teralisasi Rp 4,3 miliar atau 90,09 persen serta belanja bantuan keuangan dianggarkan sebesar Rp 171,8 miliar, terealisasi Rp 171,8 miliar atau 100 persen.

“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras dan kerja maksimal kita semua, hingga capaian realisasi anggaran diatas 95 persen,” ujarnya.

Ditambahkan Gusnan, tidak hanya realisasi anggaran yang capaiannya tinggi. Namun realisasi pendapatan juga tinggi, yakni pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 1,03 Teriliyun, terealisasi sebesar Rp 996,8 Miliar atau 96, 52 persen.

Adapun rinciannya, PAD yang semula ditargetkan sebesar Rp 59,8 Miliar, teralisasi over target hingga Rp 67,8 Miliar atau 113,4 persen.

Lalu dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 788,6 miliar, teralisasi sebesar Rp 813,7 miliar atau 101,06 persen. Kemudian pendapatan lain-lain yang sah ditargetkan sebesar Rp 159,1 miliar teralisasi Rp 140,2 miliar atau 88,11 persen.

“Tingginya realisasi pendapatan ini tidak lepas dari dukungan DPRD BS serta semua pihak, ke depan kita akan selalu berusaha meningkatkan pendapatan daerah,” beber Gusnan.

Selain itu juga, sambung Gusnan program kegiatan yang berhasil dilakukan yakni Good Governance yakni terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dengan adanya transparansi, akuntabilitas dan ditunjang oleh sistem pengawasan yang handal.

Juga birokrasi yang memiliki kompetensi yang baik, bermental melayani dan responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Kemudian pengembangan sumber daya manusia yang merupakan pilar utama keberhasilan pembangunan serta pembangunan insfrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.

“Demikian LKPJ APBD 2019 ini kami sampaikan, rekomendasi DPRD BS yang berupa catatan-catatan, saran dan masukan serta koreksi terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan tahun 2019 akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti oleh pemda BS di masa yang akan datang,” terang Gusnan.

Ketua DPRD BS, Barli Halim SE selaku pimpinan sidang paripurna mengatakan, setelah adanya penyampaian LKPJ APBD 2019 oleh Bupati BS, maka DPRD BS diberikan waktu selama 30 hari untuk melakukan pembahasan dan menyampaikan rekomendasi.

“Kami ada waktu 30 hari untuk membahasnya, jika dalam waktu tersebut kami tidak memberikan rekomendasi, artinya DPRD BS menerima LKPJ APBD 2019 yang disampaikan oleh saudara Bupati,” ujar Barli. (369)