Realisasi Balai Adat Jadi Rumah Singgah Covid-19 Terancam Batal

balai-adat-kota-bengkulu-2
Foto :IST

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Rencana renovasi Balai Adat Kota Bengkulu menjadi rumah singgah covid-19 terancam batal. Faktanya, warga Kelurahan Kebun Keling tetap keberatan dengan gagasan pembangunan tempat isolasi covid-19 tersebut. Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi yang menjelaskan jika hingga saat ini masyarakat Kelurahan Kebun Keling belum menandatangani persetujuan pembuatan rumah singgah di gedung Balai Adat.

FOTO IMAN/BE – Penolakan Warga Kelurahan Kebun Keling terhadap rencana pemkot Bengkulu mengalihfungsikan balai adat menjadi rumah singgah pasien covid-19, Senin (8/06).

“Pembangunan rumah singgah terancam batal karena gejolak masyarakat. Masyarakat tidak setuju. Batalnya juga bukan dari kita tapi itu tadi masyarakat tidak setuju, bukan salah kita,” jelas Dedy saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (03/07).

Untuk langkah selanjutnya, pembangunan rumah singgah belum dipastikan akan dipindahkan ke tempat lain atau tidak dibangun. Pemerintah Kota masih akan melihat situasi dan kondisi perkembangan penyebaran covid-19 di Bengkulu.

Jika trend covid-19 di Kota Bengkulu masih banyak atau terus meningkat, pemerintah kota akan terus melanjutkan pembuatan rumah singgah covid-19 meski belum ditetapkan tempatnya. Namun jika situasi semakin membaik, pembuatan rumah singgah akan ditunda atau dibatalkan. (Imn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*