Ratusan Warga Terinfeksi PK

CURUP, BE –  Sejak beroperasi September 2011 yang lalu, Klinik  Infeksi menular seksual (IMS) Mentari Puskesmas Curup yang khusus menangani IMS setidaknya sudah menerima ratusan pasien yang mengalami gangguan penyakit kelamin menular.

Beberapa kasus yang ditemukan, diantaranya 78 kasus penderita kencing nanah (gonore alias GO), 50 kasus penderita infeksi sifilis, 12 kasus infeksi Condyloma atau jengger ayam atau kutil kelamin, 80 lebih kasus infeksi Candida atau jamur yang menyebar di sekitar alat kelamin.

Kepala Puskesmas Curup dr Nora Martavely ditemui Bengkulu Ekspress di ruang kerjanya Kamis (11/10) kemarin, membenarkan beberapa kasus penyakit kelamin yang mereka tangani melalui Klinik Mentari tersebut.

“Sebenarnya cukup banyak ragam penyakit kelamin menular yang berbahaya lainya yaitu kencing darah, herpes.  Namun beberapa kasus yang sudah cukup parah tersebut Alhamdulillah belum kita temukan,” terang Nora.

Dijelaskan Nora, klinik IMS Mentari Pukesmas Curup, melakukan kegiatan secara visit mobile dengan mendatangi kelompok yang dianggap resiko tinggi seperti wanita pekerja seks, gay, waria, serta sopir. “Bukan mengecilkan kelompok resiko tinggi tersebut, kita mencoba memeriksakan dugaan yang mungkin ada dimana tugasnya memutus mata rantai penularan penyakit kelamin, agar tidak menyebaran, terjangkit atau menular,” tegas Nora.

Untuk menjangkau kelompok resiko tinggi tersebut, sambung Nora, pihaknya bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kipas, sehingga dapat memeriksakan dugaan penyakit ifeksi menulai seksual yang mungkin ada.

Selain itu, Kegiatan rutin yang kerap dilakukan Klinik IMS lainyna, salah satunya mengunjungi warga Lembaga Permasyarakatan (LP), serta ikut serta dalam kegiatan bakti sosial yang kerap dilaksanakan TP PKK. “Agar masyarakat umum lebih mengenal IMS tersebut, kita ikut serta dalam kegiatan bakti soal dengan pemeriksaan, pengobatan serta sosialisasi. Karena kecendrunganya para pasien umum malu untuk memeriksakan penyakit yang mereka alami tersebut,” kata Nora.

Beberapa penyakit Infeksi menular seksual tersebut, bisa sangat berbahaya jika dibiarkan apalagi sampai ditularkan kepada orang lain salah satunya melalui aktifitas wanita pekerja seks. Sebagai pencegahan, Nora berharap masyarakat bisa menghindar dari penyakit tersebut dengan melakukan langkah puasa seks, setiap kepada pasangan, penggunaan condom dan menghindar dari penggunaan obat-obat terlarang. “Kita tidak bisa mencegah, namun beberapa upaya pencegahan bisa dilakukan masyarakat sendiri, terutama kelompok resiko tinggi.

Karena IMS sendiri merupakan pintu gerbang penularan HIV AIDS,” tegas Nora.
Klinik IMS Mentari yang ada di Puskesmas Curup, merupakan salah satu klinik IMS yang ada di Provinsi Bengkulu, selain Puskesmas Perumnas Kelurahan Batu Galing kecamatan Curup Tengah yang sudah mulai melayani IMS. “Jadi di provinsi Bengkulu baru dua Pukesmas yang ada di kabupaten RL, yang didanai melalui Global Found,” terang Nora. (999)