Ratusan Warga Geruduk Pengembang

pengembang
IZKY/BELurah Bentiring Permai keluar dari dalam rumah pengembang kemudian memberikan keterangan dihadapan warga dan awak media

Tuntut Bangun Drainase

BENGKULU, BE – Ratusan warga yang tinggal di Perumahan Ejukha Residence mendatangi rumah pribadi pengembang perumahan yang ada di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kamis (17/5) malam. Kedatangan mereka untuk menuntut pembangunan saluran drainase di Perumahan Ejukha yang sampai saat ini belum terealisasi. Saluran drainase tersebut dibuat untuk menanggulangi banjir yang menggenangi perumahan Ejukha setiap hujan deras mengguyur Kota Bengkulu.

Pertemuan antara warga dan pengembang berjalan cukup alot. Pengembang bernama Bambang meminta hanya tiga orang warga masuk kedalam rumah melakukan musyawarah. Hal tersebut sempat memancing sorakan dari ratusan warga perumahan Ejukha yang berkumpul di depan rumah Bambang. Karena sebelumnya pertemuan di kantor lurah Bentiring Permai batal lantaran pengembang tidak menemui warga. Pertemuan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.45 WIB. Hasilnya, masih akan dilakukan mediasi ditingkat Kelurahan pada Rabu pekan depan. Mediasi tingkat kelurahan tersebut akan melibatkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan perizinan perumahan mulai dari Dinas PU Kota Bengkulu, Dinas Lingkungan Hidup, bidang perizinan, Camat dan lurah.

“Tadi didalam sudah dapat solusi terbaik yakni mediasi kembali ditingkat kelurahan Rabu pekan depan. Nanti melibatkan Dinas PU, perizinan, lingkungan hidup, saya harap warga bersabar,” jelas Lurah Bentiring, Yuliarti.
Sementara itu, Eka salah satu warga Ejukha mengatakan, saat ini memang ada drainase di Perumahan Ejukha, tetapi tidak efektif menanggulangi banjir. Bahkan bisa dikatakan sudah tidak ada akses untuk air keluar, tidak heran jika hujan deras datang dipastikan perumahan akan tergenang.

“Kita cuma nuntut bangun irigasi, agar tidak banjir lagi. Sekarang setiap hujan deras kami ini tidak bisa tidur nyenyak,” jelas Eka.

Tuntutan warga tersebut bukan tanpa alasan, karena sebelumnya perumahan tersebut akan dibangun saluran irigasi yang memadai dan saluran air bersih serta jalan bagus. Masyarakat tambah kecewa lantaran mereka tahu perumahan yang mereka tempati belum diserah terimakan kepada Pemerintah Kota Bengkulu.

“Jika Rabu depan tidak ada kejelasan, kita akan seperti ini lagi. Bahkan kita akan bawa warga lebih banyak lagi,” pungkas Eka.

Hanya saja pihak pengembang tidak memberikan konfirmasi terkait belum dibangunnya irigasi tersebut. Mereka bahkan melarang awak media meliput proses musyawarah antara pengembang dan perwakilan warga. Saat awak media masuk kedalam rumah, pengembang langsung bereaksi melarang mengambil gambar dan menyuruh awak media keluar. Pintu yang sebelumnya dibuka, langsung ditutup. (167)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*