Ratusan Warga Duduki Lahan Agri Andala

DUDUKI : Ratusan warga kemarin menduduki lahan PT Agri Andalas di Desa Karang Anyar dan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Mereka bermaksud mengambil alih lahan itu untuk digarap.

PONDOK KUBANG, BE – 325 warga yang mengaku Kelompok Tani Selatan kemarin (13/5) mendatangi areal sawit, Desa Anyar dan Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang. Belum diketahui secara pasti alasan kedatangan mereka ke lokasi areal sawit PT Agri Andalas tersebut.

Namun dari keterangan beberapa pihak, kedatangan warga dari selatan Provinsi Bengkulu untuk mencoba menduduki lahan sawit karena didasari dugaan HGU PT Agri Andalas di Desa Anyar dan Pondok Kubang tidak diurus lagi atau terlantar. Sehingga akan dimanfaatkan sebagai perkebunan mereka. “Kami ke sini untuk memanfaatkan lahan Agri (PT Agri Andalas) yang tidak ada HGU-nya. Juga kondisi tanahnya terlantar,” jelas salah satu warga yang ikut dalam aksi itu. Manager Humas dan Legal PT Agri Andalas, Sri Rejeki, ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, HGU PT Agri Andalas sudah diurus pada 2005 lalu. Dan berlaku untuk masa 35 tahun. Khusus di blok Desa Anyar dan Pondok Kubang seluas 1.228 Ha. “Entah kami tidak tahu alasan mereka hendak menduduki lahan. Dengan alasan HGU tidak ada, dan dianggap terlantar. Padahal 2005 lalu baru diurus, dan berlaku untuk 35 tahun,” ungkapnya. Sementara Kades Anyar, Tamrin mengatakan, kedatangan kelompok tani itu sudah yang kedua kali. Kedatangan pertama Minggu lalu (6/5) dengan jumlah yang sama. Kedatangan mereka bermaksud menduduki lahan dengan dalih lahan tidak memiliki izin HGU. Disamping itu, lahan dinyatakan terlantar. “Minggu lalu (6/5) mereka sudah ramai-ramai ke sini (Desa Anyar) dan memaksa akan menduduki lahan. Bahkan saya, kades di sini tidak dianggap. Saat itu, mereka tidak jadi dan kembali seminggu kemudian, ya hari ini (kemarin,red)” ungkapnya. Sedanghkan Kades Pondok Kubang, Ispindi, mengungkapkan pihaknya menjaga wilayah Agri karena berada di wilayah desa. Selain itu, 90% mereka yang bekerja di PT Agri Andalas adalah warga Pondok Kubang dan Anyar. “Kami tidak ingin wilayah kami diganggu, apalagi oleh orang luar. Kebanyakan mereka yang bekerja adalah warga di sini. Kami berupaya menjaga desa,” ungkapnya. Disisi lain, kelompok tani yang tiba sejak pukul 08.00 WIB pagi itu, membawa peralatan kebun seperti parang kemudian masuk ke areal sawit 4 km berkendaraan roda dua. Ketegangan sempat terjadi antara Humas PT Agri Andalas, Sri Rejeki dengan koordinator warga, Dahyan. Kelompok tani sempat berorasi perihal kepemilikan lahan HGU yang dinyatakan terlantar sehingga patut dimanfaatkan. Ketegangan itu mereda setelah ditengahi Polres Bengkulu Utara, yang dipimpin langsung Kapolres Asep Teddy N SIK. “Saya tidak ingin adanya kekerasan dalam penyelesaian masalah ini. Namun dituntaskan melalui prosedur yang benar. Jika ada alasan hukum yang kuat atas aksi ini bisa ditunjukkan maka masing-masing pihak menunjukkan buktinya,” ujar Teddy di tengah kerumunan warga. Kelompok tani sempat menunjukkan bundel fotokopi yang didalamkan berisi garis peta tertentu kondisi lahan PT Agri Andalas dan sejumlah pernyataan. Bundel kertas tersebut ditinggalkan ke pihak Agri Andalas. Mereka juga meminta PT Agri Andalas menunjukkan dokumen HGU yang dimiliki. Hanya saja, saat di lokasi itu belum bisa ditunjukkan.Alhasil pertemuan mencapai kata sepakat akan dilakukan pertemuan di Kantor Kecamatan Pondok Kubang 23 Mei mendatang. Camat Pondok Kubang, Mukhlis, SE saat kejadian mengungkapkan kedatangan itu tidak ada koordinasi dengan kecamatan tetapi dilakukan sepihak oleh kelompok tani. Sebab itu dia mengatakan, pada pertemuan nanti ada kejelasan mengenai alasan kelompok tani itu menduduki lahan Agri Andalas tersebut. “Titik temunya akan dibahas pada pertemuan 23 Mei di kantor camat Pondok Kubang. Mereka akan dijelaskan duduk persoalannya sehingga tidak serta merta langsung menduduki tanpa alasan yang jelas,” ungkap Mukhlis. Sementara itu, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pengamanan dari Polres Bengkulu Utara melibatkan 100 personel dalmas terdiri dari intel, sabhara, Polsek Talang Empat, Pondok Kelapa, dan Karang Tinggi. “Belum ada bentrok dalam aksi ini, meski begitu 100 dalmas, juga 3 Polsek diturunkan untuk pengamanan aksi ini,” kata Kasat Intel Polres BU, AKP Junaidi. Kerumunan berakhir pukul 15.00 WIB. (122)